Senin, 16 Mei 2011

It’s you

그대네요

성시경(Sung Si Gyeong) & 아이유(IU)



xxxx = IU
xxxx = Sung Si Gyong
xxxx = Both

그대네요 정말 그대네요 그 따뜻한 눈빛은 늘 여전하네요
geudaeneyo jeongmal geudaeneyo geu ttatteutan nunbicheun neul yeojeonhaneyo
It’s you It’s really you. Your warm eyes always are the same

이제야 날 봤나요 한참을 보고 있었는데 햇살이 어루만지는 그대 얼굴
ijeya nal bwannayo hanchameul bogo isseonneunde haessari eorumanjineun geudae eolgul
Finally you have seen me, I have been watching your face being touched by sunlight for a while


꿈일지도 몰라 안녕이란 말도 나오질 않아
kkumiljido molla annyeongiran maldo naojil anha
It might be a dream. Even words of greetings won't come out

하고픈 말 얼마나 많았는데 꿈에서도 너만 찾았는데
hagopeun mal eolmana manhanneunde kkumeseodo neoman chajanneunde
There were so many words that i had wanted to say I looked only for you in dreams

너무 늦었단 그런 말은 듣기 싫은데 내 눈을 피하는 그대
neomu neujeotdan geureon mareun deutgi sirheunde nae nuneul pihaneun geudae
I don't want to hear that it is too late You who evade my eyes


내 맘이 보이나요 그대 눈빛을 난 알 수가 없어
nae mami boinayo geudae nunbicheul nan al suga eobseo
Could you see my heart? I don't know what your eyes tell

소리 없이 나 혼자 안녕
sori eobsi na honja annyeong
Saying hello by myself without actually saying it


알고 있죠 알고 있죠 지나간 일에는 너무 힘들었죠
algo itjyo algo itjyo jinagan ireneun neomu himdeureotjyo
I know it. I know it. It was too hard to endure our pasts
만약이란 없는 것 그래도 한번쯤
manyagiran eomneun geot geuraedo hanbeonjjeum
There is no 'if', but if I ran into you and caught you,

달려가 잡았다면 그대가 한번만 안아줬더라면 그렇게 돌아서진 않았을텐데
dallyeoga jabatdamyeon geudaega hanbeonman anajwotdeoramyeon geureoke doraseojin anhasseultende
if you hugged me even once, I wouldn't turn my back on you.


꿈일지도 몰라 안녕이란 말도 나오질 않아
kkumiljido molla annyeongiran maldo naojil anha
It might be a dream. Even words of greetings won't come out

하고픈 말 얼마나 많았는데 꿈에서도 너만 찾았는데
hagopeun mal eolmana manhanneunde kkumeseodo neoman chajanneunde
There were so many words that i had wanted to say I looked only for you in dreams

혹시 그대도 하루마다 힘들었다면 나를 그리워했다면
hoksi geudaedo harumada himdeureotdamyeon nareul geuriwohaetdamyeon
If it is so hard for you everyday to forget me, missed me


주저하지 말아요 다시 망설이다 놓칠 순 없어
jujeohaji marayo dasi mangseorida nochil sun eobseo
Don't hesistate. I can't lose you again during hesitation

떨리는 목소리로 안녕
tteollineun moksoriro annyeong
Hello with trembling voice


언젠가는 꼭 만나게 될 거라고 마음을 다해 바란다면
eonjenganeun kkok mannage doel georago maeumeul dahae barandamyeon
If I wished deep in my mind that we will meet again in some time

난 믿어왔었죠 이젠 슬픔은 없을 거야 우리 다시 만나면
nan mideowasseotjyo ijen seulpeumeun eobseul geoya uri dasi mannamyeon
I have believed that there will be no sorrow if we meet again

감사해 우연이 선물한 이 순간을
gamsahae uyeoni seonmulhan i sunganeul
I thank to coincidence which gave me this moment as a present

그대도 지금 입술까지 떨려온다면 눈물이 날 것 같다면
geudaedo jigeum ipsulkkaji tteollyeoondamyeon nunmuri nal geot gatdamyeon
if your lips are trembling and you are at the verge of crying


내 손을 잡아줘요 그댈 다시 안아 봐도 될까요
nae soneul jabajwoyo geudael dasi ana bwado doelkkayo
Please hold my hands Can I hug you again

숨결처럼 가까이 안녕
sumgyeolcheoreom gakkai annyeong
Hello like our closing breaths

우리의 처음처럼 안녕
uriui cheoeumcheoreom annyeong
Hello like our beginning

Kamis, 28 April 2011

Chatuchack, Chamlong Asoke Vegetarian

Minggu, 24 April 2011

Last day at Thailand.
Jam setengah 6 kami diantar ke airport, waktu 20 menit. Karena sudah self check in, flight jam 06.40 kami langsung ke gate. Penerbangan tampak ramai.

Sampai di Bangkok, kami ke tempat penitipan bagasi untuk menurunkan muatan kami. Diperbolehkan untuk mengambil bagasi, waktu yang diberikan 5-15 menit.
Setelah itu kami naik Airport railway ke Phaya Thai – rate 45 bath. Dilanjutkan naik BTS ke Mochit – tujuan Chatuchak, rate 30 bath.

Dari BTS jalan kaki kira2 5 menit untuk sampai ke pasar ini. Luas pasar ini 18 hektar, konon merupakan pasar terbesar diasia.
Tapi tujuan utama kami adalah Chamlong Asoke Vegetarian restaurant. Ternyata tempat ini tidak berada didalam pasar, kami perlu keluar dari pasar ini, dari sisi yang berbeda dari tempat kami masuk, kemudian menyebrangi jalan raya. Disebrang Chatuchak terdapat tempat penjualan furniture. Dari sini kami jalan lurus kemudian belok ke kiri. Disanalah Chamlong Asoke Vegetarian restaurant.

Chamlong Asoke merupakan food court yang seluruh menu yang disajikan vegetarian, organic, no onion, no garlic. Makanan disini murah rate 10-20 bath. Nasi, mie, bihun, sup, buah, gorengan, kacang kuah, dll. Semua menu lezat, akan tetapi apa daya kapasitas tampung terbatas, jadi tidak bisa mencoba semuanya.

Disini juga terdapat Supermarket yang menjual bahan organic & vegan. Kami membeli ice cream harga 15 bath – 4 rasa – seperti es puter, but delicious.

Setelah kenyang dan membungkus nasi untuk makan malam kami, kami lanjut ke JJ market (Chatuchack). Karena menurut kami barnag disini mahal mahal, jadi kami tidak window shopping disini, hanya membeli anting, harga 9 bath, dompet kecil 10 bath & kaos 100 bath dapat 3 item.
Cuaca sangat panas & terik, kami tidak sanggup melanjutkan perjalanan, jadi kami putuskan untuk kembali ke airport. Naik BTS ke Phaya Thai lanjut dengan airport railway. Sampai diairport kami ngaso, ganti baju, bersantai2, serta makan malam. Baru kemudian kami mengambil bagasi dan drop baggage.

Antri drop baggage juga tidak terlalu panjang, dibandingkan dengan counter check in.

Airport disini free duty, tapi snacknya mahal.

That’s all my journey to Thailand. See you on my next trip.

Perjalanan ke Chiang Rai

Sabtu, 23 April 2011

Pagi ini hujan, sehingga cuaca sejuk, sejak kemarin malam hujan, kami tidur dengan jendela terbuka.
Hari ini kami mengambil tur ke Chiang Rai melalui Travel Hub, Harga 900 bath (tur gabungan). Book via on line.
Sarapan pagi roti toasted (2 pc) dengan selai nanas & butter, harga 25 bath.

Jam 07.10 kami dijemput Travel Hub, untung lokasi penginapan kami dekat dengan Travel Hub, jadi kami dijempul paling awal sehingga bisa pilih tempat duduk didepan. Peserta tur total 8 orang, Kami dari Indonesia, 2 orang dari Hongkong, 3 orang dari Singapore, 1 orang dari New Zealand.

Berikut tujuan wisata kami :
• Visit Mae Khajan hot springs
• Wat Rong Khun (White Temple)
• Visit Golden Triangle
• Boat trip on the Mekong to Laos Island (option)
• Have lunch
• Visit border market at Mae Sai
• Visit Yao hill tribe village
• Visit Akha hill tribe village
• Visit karen hill tribe village

Menurut guide kami (Ms Anna), bahwa konon terdapat kerajaan lama, Lanna Kingdom, dengan raja bernama Meng rai. Suatu hari raja kehilangan gajahnya, dan pergi mencarinya.
Dalam pencarian itu sampailah raja disuatu tempat (sekarang Chiang Rai), dan raja menyukai tempat tersebut, lalu dibangunlah kota disana.
Selanjutnya barulah ditemukan Chiang Mai. Luas Chiang Rai hanya setengah dari Chiang Mai.

Mae Khajan Hot Springs
Dibutuh 1 jam mengemudi ketempat ini. Sampai disana ada Getsyer – tapi air tidak panas. Dan dibelakang ada tempat untuk merendam kaki. Suhu air 70-80 derajat Celcius. Udara sejuk – ada pedagang yang menjual asesories.
Dibandingkan dengan tempat pemandian air panas Ciater – Bandung atau pemandian di Gunung Kelud, tempat ini kecil sekali.

Kami berendam kaki disana, setelah itu kaki terasa lebih nyaman.

Wat Rong Khun (White Temple)
Dari Hot spring dibutuhkan 1 jam mengemudi ke White temple. Kuil ini dibangun oleh artis ternama Thailand. Ada foto artis tersebut disana. Saya lupa namanya, karena dia berasal dari Chiang Rai dan ingin melakukan sesuatu terhadap kampung halamannya, maka ia mendirikan kuil disini.
Sampai hari ini kuil tersebut belum selesai dibangun, tapi bangunan induk sudah selesai. Disini dilarang merokok, membawa minuman keras.

Pada bangunan kuil bagian bawah banyak ukiran tangan, yang melambangkan neraka – bad people, sedangkan orang yang baik melewati jembatan masuk ke dalam kuil. Di dalam kuil ada patung Budha (tidak besar).

Yang menarik didalamnnya terdapat wallpaper dengan cerita : dunia diambang bencana, banyak bencana baik yang disebabkan oleh manusia (senjata, nuklir, bom) maupun bencana yang disebabkan oleh alam. Disana juga digambarkan banyak super hero (Superman, Spiderman, batman, bahkan Doraemonpun ada), tapi mereka tidak bisa menyelamatkan dunia dari kekacauan. Hanya orang orang baik saja yang selamat naik perahu ke surga.

Didalam kuil dilarang mengambil foto.
Banyak tempat bisa berfoto disini.
Toilet disini mewah sekali, karena seluruhnya berwarna emas. Sangat cantik.
Disamping terdapat gedung pameran lukisan, didalamnya terdapat berbagai macam lukisan Budha, burung phoenix, dan binatang kuno berkaki 4 (ada dalam sejarah bangsa Cina).

Dipinggir ruang pameran terdapat fasilitas air minum gratis. Airnya sejuk, dingin.

Golden Triangle
Kenapa disebut Golden Triangle ?
Karena dulunya tempat ini banyak ditanami opium dan alat pembayaran yang diterima hanya emas (Gold).
Tempat ini merupakan titik pertemuan 3 negara : Thailand, Laos, Myamar.
Jadi tempat ini disebut Golden Triangle.
Sungai Golden Traingle merupakan aliran sungai Yunan dari Cina. Bila ingin berpergian ke Cina dengan kapal kecil melalui sungai ini memakan waktu 3-4 hari.

Disini kami naik perahu, untuk naik perahu kami membayar 300 bath + 20bath untuk tax masuk ke Laos.
Dipinggir sungai ini terdapat Kasino – di Myanmar, serta ada hotel mewah – Paradise Hotel.
Kami diturunkan di Laos market.
Disini bisa dtemukan banyak barang dari Cina, karena pada umumnya mereka merupakan orang Cina yang berdagang dan tinggal disana. Bath diterima disni.

Kami ditawari minum whisky – gratis. But you know what, whiskynya berasal dari dalam botol yang didalamnya terdapat ular berbisa, kalajengking, laba laba beracun. Saya tidak mencobanya, yang mencoba turis asing (bule), dan menurut mereka rasanya sangat tidak enak.
Kami diberi waktu setengah jam untuk belanja disini.
Barang disini lebih murah dibanding Thailand, bahkan dari Chatuchak. So beli beli beli….
Contoh dompet kain dengan gambar gajah, di sini Bath 100 dapat 3 (nego – 70 bath), dichatuchak 120, tidak bisa nego. Tempat yang menjual barang serupa di chatuchak paling murah : 80 bath.

Setelah itu kami makan siang. Saya tidak tau tempat kami makan siang, yang pasti tempatnya bagus, sejuk, menu makanan sangat beragam, terdapat kue, buah, sayur, nasi, mie, bihun, sup (komplit).

Border Market at Mae Sae
Perjalanan dilanjutkan ke Pasar Mae Sae. Letak pasar ini diperbatasan Myanmar. Untuk orang asing yang ingin menyebrang harus membayar 500 bath, sedangkan untuk penduduk lokal hanya perlu membayar 20 bath.

Disini banyak pendatang dari Cina, jadi jangan heran bila banyak menemukan produk dari Cina. Bahkan saya menemukan la ji (baca Lakji) makanan khas Zhu Hai – Cina disini.
Snack disini murah, banyak pedagang menjual permata. Bagi yang tidak berpengalaman dengan batu permata tidak disarankan untuk membeli disini.

Akha/Yao Trible Hill Village
Masyarakat Akha merupakan imigran dari Yunan – Cina. Mereka datang kesini beberapa ratus tahun yang lalu. Juga ada pendatang dari Burma & Laos, mereka datang saat Negara mereka sedang ada perang.

Mereka tinggal dirumah panggung yang terbuat dari bambu. Dan hanya ada 1 ruangan didalamnya, yang digunakan sebagai ruang tamu & ruang tidur. Dapur ada diluar rumah mereka.
Mereka memenuhi hidup mereka dengan bercocok tanam, dan berternak.

Karen Hill Village
Lokasi suku Karen dekat dengan suku Yao/Akha. Cara hidup mayarakat suku Karen sama dengan panduduk yao/Akha. Bedanya gadis disini memakai ring dileher mereka.
Untuk masuk kesini kami harus membayar 200 bath.

Mengapa mereka diharuskan memakai ring?
Dulu saya mendengar mereka memakai ring supaya tidak diterkam oleh harimau. Akan tetapi kata guide kami, mereka diharuskan memakai ring dengan tujuan supaya tidak menikah dengan orang diluar suku Karen.

Mereka mulai memakai ring sejak berusia 5 tahun. Tapi saat ini mereka boleh memilih untuk tidak memakai ring, karena mereka ingin pergi ke sekolah umum.
Ada relawan yang datang ke suku ini tiap hari untuk memberikan pendidikan.
Saat ini mereka sudah diperbolehkan untuk menikah dengan orang dari luar. Dan bila mereka menikah dengan orang luar mereka boleh melepaskan ring tersebut. Bila berpergian keluar, mereka akan menutupi leher mereka supaya tidak tampak seperti orang asing.

Sekarang hanya anak perempuan yang lahir pada hari rabu, saat bulan purnama yang harus memakai ring dileher mereka. Dipercayai bahwa mereka akan tampak cantik bila memakai ring.
Tanpa memakai ringpun mereka sudah terlihat cantik. Yah, gadis suku ini cantik cantik.
Saya mencoba memegang ring tersebut, beratnya lebih dari 4kg. Wow…mereka harus memakaianya sepanjang hidup mereka.

Mereka hidup mandiri, bahkan membuat baju sendiri. Para gadis sehari harinya menenum kain untuk dijadikan selendang for sale harga 1000 bath.
Rok yang dikenakan mereka pada dasarnya adalah sarung.

Beberapa ada yang memakai ring dibawah lutut, dan anting anting yang panjang dan berat . It's was from different community, not Karen.

Setelah itu kami kembali ke Chiang Mai, dibutuh waktu 3 jam untuk mengemudi ke Chiang Mai. Kami turun di restaurant taste from heaven. Restaurant vegetarian & organic, harga lebih mahal range 59-89 bath.

Perjalanan ke Chiang Mai

Jum’at. 22 April 2011

Jam 06.30 kami sudah dibawah, tujuan check out dan mau titip bagasi, karena kami akan melanjutkan perjalanan ke Chiang Mai by plane. Tidak ada petugas di meja check out. Ternyata ada peraturan untuk check out pagi hari harus dilakukan pada jam kerja : jam 08.00 – 22.00, selain jam itu tidak dilayani.
Tidak ada staff yang bisa membantu kami check out, karena semuanya wewenang dari petugas office. Jadi kami rugi 100 bath (uang deposit kunci) dan titdak bisa titip bagasi. Untuk titip bagasi ada formulir yang harus diisi. Harga titip bagasi Suk 11 per hari 20 bath.

Ok, kami tidak mempermasalahkan itu. Kami ambil bagasi kami dan langsung ke airport naik taxi meter. But you know what, begitu supir taxi tau kami ke airport Suvarnabhumi (istilah supir taxi BKK), dia langsung mencharge kami 500bath (alasannya jauh), dan kami tidak bisa menolak, karena jam check in sudah mepet, akibat menunggu owner Suk11 datang. Flight kami jam 08.40, saat itu sudah jam 07.30.

Tips naik taxi, pilih taxi warna merah muda, karena mobil lebih baru jadi bisa jalan dengan cepat. Taxi kami warna hijau, tidak bisa jalan cepat, walaupun sudah jalan 100km kecepatan masih lambat.
Sampai diairport, kami minta diturunkan di gate 2, tapi supir taxi sok tau, dan diturunkan di gate 6. jadi kami bawa bagasi lari menuju gate 2 (Gate Air asia – penerbangan domestic & international sama).

Karena sudah selft check in, kami hanya menanyakan pintu gate, dan turun ke bawah untuk titip bagasi di airport. Harga per hari 100 bath, 12 jam selanjutnya 50 bath per 12 jam.

Flight depart on time, sampai di Chiang Mai (oh ya book tiket ke sini jauh jauh hari – waktu promo, tiket normal bath 1200 keatas, saya dapat bath 756 - one way, tiket PP dikali 2) +/- jam 10.00.

Tujuan pertama Wat Suan Dok, kami naik taxi – karena tidak menemukan Red Car, kami naik taxi. Tapi tidak naik dari dalam – karena taxi dari dalam harga Bath 120. Kami naik taxi airport diluar. Bayar airport tax 50 bath, lalu bayar meter ke supir. Meter sampai Wat Suan Dok 52 bath.

Disini cuaca juga terik. Memang kota lebih sepi dibanding bangkok, tapi panasnya sama saja. Setelah masuk ke dalam temple, foto2, kami ke belakang makan siang. Disini menjual menu vegetarian vegan dan organic. Harga makanan 40-45 bath. Minum gratis (air putih).
Kami order Sup Tom Yam, Nasi Goreng, Sphaggethy, nasi beras merah – total 140 bath.

Setelah itu kami naik Songtheuw ke Chiang mai University – tariff bath 20 per orang. Dari sana kami naik red Car (Songtheuw) ke Bhubhing Palace, setelah nego kami dapat Bath 600 (supir menunggu kami). It’s private tur.

Perjalanan +/- 40 menit (supirnya ngebut banget, pastikan sudah makan kalo mau naik, supaya ga mabok).
Sampai disini beli tiket 50 bath + dapat peta. Ada 10 tempat yang bisa dikunjungi – it’s garden & only had small building, which we can’t enter it.

Bunga disini cantik, cuaca sejuk, dan kami hanya sampai stop ke 5 – air mancur, yang sialnya waktu itu dimatikan. Padahal ke Bhubing palace mo foto disana. Ya udah balik dah.

Next destination Wat Prahtat Doi Suthep – jarak 4 km dari bhubing Palace. Tidak sampai 10 menit sudah sampai.
Langsung beli tiket Bath 50 (20 – tiket masuk, 30 – naik elevator). Konon Wat ini merupakan candi tersuci di Chiang Mai, dan banyak orang yang datang berdoa disana, baik penduduk lokal maupun turis.

Dari sini bisa melihat pemandangan kota Chiang Mai, sayang watu itu berkabut, jadi pemandangan tidak jelas. Kami turun tidak naik elevator tapi melalui tangga naga. Di tengah tengah tangga ada anak kecil berkostum tradisional masyarakat Yao Hill Village. Untuk berfoto dengan mereka harus membayar 20 bath.
Bila ingin membeli barang disini, beli saja, karena di bandingkan dengan harga di Chatuchak harga lebih murah, bisa ditawar juga.

Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke Wat Prah Shing – ini merupakan kuil tercantik di Chiang Mai. Disini kami membayar ongkos Red Car 700 bath (seharusnya membayar 600 bath saja sudah cukup, tapi saya kasihan karena kami naik dari Chiang mai Univ, tapi diantarkan ke down town).

Di Wat Prah Shing banyak bikhu cilik, sepertinya mereka baru saja melakukan ritual atau kegiatan disini. Kami hanya sebentar – setelah berfoto – kami melanjutkan ke Wat Chedi Luang dengan jalan kaki.

Disini merupakan kuil tertua di Chiang Mai, suasana didalam kuil lebih khusuk. Tampak bangunan sudah terlihat tua tapi masih terpelihara.

Kami melanjutkan perjalanan dengan tuk tuk ke May Kaidee restaurant (tariff bath 50)– Vegan & organic rest. Makan disini murah, 1 porsi hanya 20 bath. Setelah makan kami langsung check in ke Chiang Mai thai House, naik tuk tuk (bath 50).

Chiang Mai Thai house, merupakan guest house kecil, tapi ada kolam renang, plus 5 PC dengan free internet yang bisa digunakan jam 8 pagi – jam 10 malam. Kami menyewa kamar dengan fan (420 bath – book via booking.com), tanpa breakfast.

Kamar bersih, jendela lebar, bisa dibuka tanpa khawatir ada serangga masuk, karena ada kawat nyamuk yang bisa dibuka tutup. Ada TV (Thai channel, yang bisa kami lihat hanya star movie saja).
Kamar mandi bersih, ada handuk dan sabun. Dibandingkan dengan Suk11, harga jauh lebih murah, fasilits lebih banyak. Chiang Mai siang hari hawa terasa panas, tetapi malam hari hawa sejuk.

Dari Guest house ke Chiang Mai Night Bazaar bisa ditempuh dengan jalan kaki 15 menit. Saat check in kami diberi peta Chiang Mai.
Guest house menyediakan sarana penjemputan atau pengantaran ke airport. 160 bath untuk 1 atau 2 pax, sedang lebih dari 3 : 80 bath/pax. Kami diberi rate 300 bath untuk 2 orang, tidak bisa dinego karena kami ke airport jam setengah 6 pagi.

Next trip Chiang Rai.