Tampilkan postingan dengan label Kuala Lumpur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuala Lumpur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juli 2012

Chin Swee Temple

This time I share my trip to Genting.
From LCCT we took bus to KL Sentral (bus ticket one way RM 8).

There were 2 way to reach Genting (First World hotel) from Kuala Lumpur :
  1. From KL Sentral
Ride Aerobus to Genting RM 8,5 (include cable car).
Bus stop at cable car station.

  1. From Titiwangsa
Take LRT to Titwangsa station, then ride bus direct to First world hotel RM 6.

Actually we going to ride Aerobus, but the bus ticket already sold out. And we need to wait for 2 hours for the next bus, so we skip Aerobus, directly take LRT to Titiwangsa station.
Information about Genting : http://www.gogenting.com.my/

Luckily we didn’t ride Aerobus, since it’s rainy. I can’t imagine ride cable car when rainy and the wind will blow too.

About 1 hour later, we arrived at First World Hotel.
Then we had breakfast. I ate sandwich. I’ve been here before (play outdoor and indoor), so I’m not explore First World. We just walk around, take picture.

At 2 pm, we went to Chin Swee Temple. In Chinese it supposed to write Qing Shui Temple.
: Qing = Clean
: Shui = water
: miao= Temple
Web : http://www.csc.org.my/

There were 2 easy way to go tp Chin Swee Temple:
  1. By bus
From First world hotel, there were free shuttle bus every an hour to this temple. The bus is white color
Or take green bus to Highland hotel, then change to another bus to Chin Swee temple. The green bus frequency is more often than the white bus.
http://www.rwgenting.com/en/getting_there/shuttle.htm

  1. By Cable car
Take cable car, fare RM 6.

We wait for white bus to Chin Swee Temple. It’s rainy days, the rain fall and stop and fall again. Luckily when I arrived at Chin Swee Temple the rains already stop.

It’s only take 15 minutes from First world hotel.
First we had lunch here. The place was cozy and nice. Many lotus hang on the restaurant roof.
Menu was delicious – all vegan (no onion), a little bit pricy.
I order Soup rice with vegetable RM 9.



Finished our meal, we went upstairs to the temple.




First is Milefo statue, in front of this temple there was dragon statue at mini pound.
Then we continue walk to giant Sakyamuni statue. There were Journey of Enlightenment beside the statue.


I walk to the Journey of Enlightenment, while my friends wait at downstairs.

The journey was about 10 level of the hell. Narrated that after human dead, they will go to the registration office, and there were officer there, read all his/her crime.
The more heavy crime had been done, means higher level of hell to go. It’s means the heavier punishment had to do.

There were replicas in every level of the hell. Also write down there the crime and the punishment (in two versions, English and Chinese).

After the punishment done, they will queue to drink water (to forget all things had been done in the hell) then reincarnation again in the world.

There were giant Avalokitevara statue here.
Beside these statues there were Queen of Heaven ride cart pull by Phoenix bird.

Then I go down to the pagoda (I didn’t enter it). Many people pray inside. Since it’s rainy so there were many fogs, I can’t see the scenery clearly.

There were stairs to go up, the gate write Tian Tan (in Chinese) – Heaven gate.
Upstairs there were Rulaifo Temple and huge yard. 

At the Yard there was Lim Goh Tong statue (founder Chin Swee temple).

I walk back to the restaurant, shuttle bus stop at here.

Behind the restaurant the were many Chinese legend write down at the wall.

At 4pm the free shuttle bus came, we ride it (it was the last bus) back to the First World Hotel.
At 5.30 pm we ride Aerobus back to LCCT (book on line, since the ticket always sold out) RM 31,5 (expensive, but exclusive and direct to the airport). The journey took 3 hours to LCCT.
Arrived at LCCT already 8.30pm, we check in to fly back to our lovely country.

Selasa, 07 Desember 2010

Oleh OLeh

Iseng aja sih nulis blog ini. Ini beberapa oleh oleh yang aku beli waktu jalan jalan dan oleh oleh dari temen and kerabat.
Seneng aja sih ngumpulin berbagai gantungan HP and gantungan kunci. Kenapa gantungan HP dan gantungan kunci? Soalnya ini barang paling murah dan sangat terjangkau kalau jalan jalan ke luar negri ala budget. Dan memungkinkan untuk dijadikan koleksi :) Ke 3 gantungan ini semua dari Singapura. Red bear beli di esplanade, waktu ke SG th 2005, harga SGD 1, nawar soalnya beli 5, dan ada temen juga beli banyak, jadi dikasih harga SGD 1, harga asal SGD 2. Didalamnya ada lonceng, sayang talinya sudah rusak. Gantungan kunci dan gunting kuku gambar dragon, oleh oleh dari kerabat dan dari bos yang waktu itu jalan jalan ke Singapura. Yang ini semua waktu jalan jalan ke Taiwan Mei 2010. Gantungan HP Chiang Kai Sek, memang mahal sih NT. 250 (kalo ga salah inget), tapi ciri khas dari taiwan, jadi beli 1. Sebelahnya gantungan HP imut n lucu, juga beli di Chiang Kai Sek, harga lebih murah, kalo ga salah NT. 180. Gantungan HP warna hijau, dikasih teman. kalau mau beli di Hsin Chu, Taiwan, di dalam vihara Tian En Mi Le Fo Yuan, info harga NT 100 (lupa juga sih, tapi kurang lebih segitu). Kalau yang ini semua dari Hongkong & Shen Zhen. Oktober 2008, ikut tur ke HK, Shen Zhen, Macau, Zhu Hai. Untuk Macau & Zhu Hai ga beli gantungan, soalnya ga mampir ke toko pernik pernik, cuma ke toko makanan. Itulah salah satu ga enaknya ikut tur. Gantungan HP beli di Airport HK, soalnya dah mau balik, and masih ada sisa HKD jadi dibelanjain deh. Oh ya, airport HK free of duty, jadi puas puasin belanja disana. Harga beli di airport sama diDisneland sama saja, harga HKD. 75. Lumayan dapat 2 gantungan. Ini kenang-kenangan olimpiade Beijing 2008, beli di Shen Zhen, waktu itu nego RMB 100, dapat 5 gantungan kunci, lumayan murahlah buat oleh oleh. Yang ini oleh oleh dari Bali & Kuala Lumpur. Ke Bali sebenarnya ga pengen beli gantungan HP, tapi berhubung harga murah Rp. 2,500 sebiji, ya udah beli aja. ada juga yang motif papan seluncur, tapi dah ta kasih ke orang lain. Sebelahnya oleh oleh dari Kuala Lumpur, waktu ke Taiwan, transit via KL. Beli di Pasar Seni (dari Petaling Street jalan kaki 5 menit nyampe). Harga RM 6, dapat 6 gantungan kunci. Model macam-macam buah buahan miniatur dari twin tower. Termasuk murah harga 1 gantungan RM 1, dikurskan ke rupiah (rate waktu itu = Rp. 2,850). Beli gantungan ini selain enteng di kantong, juga jarang orang pake model gantungan kunci yang seperti ini. Sisanya oleh oleh dari teman, sodara, waktu mereka pelesir. Yang ini oleh oleh dari Ex-Bos (posisi sekarang dah ditempat kerja yang lain) & dari teman yang pergi ke Thailand. Kayaknya oleh oleh gambar istana beli di Grand Palace, or di Wat Pho (mungkin, tapi untuk pastinya tunggu tahun depan aku mo ke Bangkok). Sedangkan gantungan kunci gambar gajah, dapat dari 2 orang teman berbeda yang pergi ke Bangkok. gantungan ini berat banget. Gantungan HP warna biru dari japan, oleh oleh dari ipar. Dia dipindahkan ke Japan dari Singapore sama bos. japan kota yang mana kurang tau juga. Emang beda yah, produk Jepang sama negara lain, kualitasnya bagus. Yang ini katanya oleh oleh dari China, dari sodara. Dia dapat dari salah satu suppliernya, yang ngasih banyak banget, jadi aku kebagian hehehe..... Segitu dulu koleksi gantungan Hp and gantungan kunciku. Ntar kalo ada yang baru ta tanbahin. Rencana taon depan ke SG & BKK, Chiang Mai , Chiang R

Sabtu, 09 Oktober 2010

May trip To Taiwan

Karena permintaan dari teman teman, maka saya tulis ulang perjalanan saya ke Taiwan Mei 2010. Perjalanan ini sudah saya tulis pada blog saya di bulan Mei 2010 , namun saya ulas dalam bahasa Inggris, jadi saya tulis ulang kembali dalam bahasa Indonesia.

Dimulai dari promo Air asia Rp. 0 pada November 2009, saya dan teman merencanakan perjalanan ke Taiwan (karena dengan flight biasa tiket pesawat PP, +/- Rp. 5juta). Saya dapat tiket SUB-KL, KL-TPE (PP) total Tp. +/- 1,7juta, yang seharusnya bisa lebih murah Rp. 600.000, karena waktu proses payment error, book ulang, tiket yang murah sudah tidak ada lagi. Tapi tetap aja tiket ini murah.

Sekedar informasi agar disiapkan bukti keuangan Rp. 25 juta (minimum) untuk proses pengurusan visa. Cara pengurusan visa ini bisa dilihat pada blog saya di bulan April 2010. Ga gampang buat dapetin visa ini, deg degan banget, takut kalo visa ditolak, tiket 1,2 juta hangus sia sia. Selama pengurusan visa, kami berdoa terus supaya visanya gol, dan rupanya Tuhan berbaik hati dengan kami, jadi bisa dapet visa ke Taiwan.

Ok d, berikut perjalanan saya. Dengan cuti 3 hari, libur 3 hari = total perjalanan 6 hari.

11 Mei 2010 (Selasa)

Jam penerbangan ke KL pagi jam 09.55, jadi berangkat dari rumah jam 6 pagi, karena penerbangan internasional 2 jam sebelumnya harus check in, sampai di Airport 06.30 (kurang lebih), petugas air asia belum tampak, yang antri cuma 3 orang. Jadi next kalo dapet penerbangan jam 9 pagi pake Air Asia ga usah berangkat pagi pagi, counternya aja baru buka jam 7 kurang.

Urus fiskal, pake fotocopy NPWP, Pasport and bayar 150.000 - dapet stempel di boarding pass, trus keatas stamp passport (out from Indonesia), langsung menuju ruang tunggu.
Ini pertama kalinya saya terbang ke luar negri pakai air asia, direct dari Juanda. Ternyata penerbangan internasional Juanda dibagi 2, untuk air asia tempatnya terpisah dengan penerbangan yang lain. Jangan membayangkan airport keberangkatannya keren, ini mah jauh dari bagus. Ga ada apa-apanya, yang jualan juga dikit, trus ruang tunggunya sepi - diujung banget.

Flight ga delay, board on time. Saran saya, bila terbang yang melewati jam makan siang atau makan malam, sebaiknya waktu book tiket belilah makan. Walaupun bisa beli didalam pesawat, akan tetapi harga lebih mahal dan kadang kala menu tidak tersedia (alias sudah habis), jadi daripada perut keroncongan, mending book tiket + meal. Beli makan dipesawat lebih mahal, karena harga dipatok dalam MYR, pembayaran yang diterima MYR, bila membayar dalam IDR rate yang dipasang mahal (IDR. 3.000 - walaupun rate aktual hanya 2.850).

Sampai di KL jam 13.30 (waktu KL - lebih cepat 1 jam dibanding waktu SUB), antri imigrasi & ambil bagasi sampai +/- jam 14.30. Lalu kami naik bis star shuffle dari LCCT. Tiket bis bisa beli didalam (sebelum pintu exit), bisa juga beli diluar - harga sama RM. 18, mending beli didalam daripada di luar (untuk praktisnya aja). Keluar dari Exit door, jalan ke gate 5 (tempat star shuffle bus), lumayan jauh karena tempat bis star shuffle paling ujung, +/- 10 menit (it's crowded).
Karena bis yang terakhir baru saja berangkat, maka kami harus antri untuk bis selanjutnya. Ada tempat duduk untuk menunggu disana. Kira kira jam 3 sore, kami board menuju KL (Bukit Bintang).

Sampai di KL Plaza (Bukit Bintang), apartemen tempat kami menginap - milik orang indonesia yang tinggal di KL, Riyani http://value4backpacker.com/?page_id=4. Tapi saya tidak rekomendasi apartemen ini. Saya sewa room biasa, kamar mandi share harga RM 85 (Lt. 14), bila sewa dihari weekend tambah charge RM 15. Kamar Ok, dapur Ok, yang tidak ok jendela kamar tempat saya tinggal tidak ada kunci pengamannya, kamar mandi - sepertinya jarang dibersihkan, berkerak, lantai juga kurang bersih, tapi kami cuma tinggal +/- 6 jam saja, jadi it's OK.

Setelah taruh bagasi di KL Plaza, kami langsung ke Petaling Street, dengan arahan dari pembantu Riyani kami naik bis dari Berjaya times square, jalan kaki ga sampai 5 menit. Tarif bis RM 1 (kira2 10 menit). Sampai di Petaling Street, suasana ramai banget, disana saya hanya beli buah (yang bisa langsung dimakan), 1 bungkus RM 2, buah bisa pilih - mix 3 macam.
Menurut saya harga barang yang dijual disana juga ga murah, nawar paling cuma 20% aja turunnya. Baju, Sepatu, tas, aneka pernik-pernik dan oleh oleh. Setelah itu makan malam disamping petaling street, ada depot mini yang murah. Makan enak + minum total RM 4,8, kalo mo irit bisa makan nasi lemak cuma RM 1.

Setelah itu lanjut jalan kaki ke pasar seni. Disini juga ga ada apa-apa, barang yang dijual sama seperti kalo kita ke Yogya. Snack yang dijual disini juga mahal (menurut saya sih). Disini beli gantungan kunci 6 pcs = RM 6.

Karena jam sudah 20.25 kami bergegas pulang, maklum naik bis malam malam ditempat yang kita ga kenal rada ngeri. Setelah tanya kesana kemari, kami menemukan bis yang menuju Bukit Bintang, tiket RM. 1.
Sampai di bukit bintang, main sebentar ke mall didepan KL Plaza, Pavillion, trus balik ke apartemen.

12 Mei 2010 (Rabu)

Bangun jam 4 pagi, mandi, sarapan mie instan (bisa masak di apt Riyani, tapi harus dibersihkan juga - dicuci perabot yang dipakai - salah satu aturan disana). Jam 6 langsung naik taxi ke Puduraya (stasiun bis) RM 10 - supir orang India, kami diantar sampai ke tempat pemberangkatan bis, jadi ga perlu jalan lagi.

Naik taxi +/- 10 menit, kami naik Aerobus jam 06.30, tiket RM 8. Sampai LCCT jam +/- 07.20. check in, drop baggage, lalu antri diruang tunggu. Jam 09.35 board (ga delay). Lama penerbangan ke Taiwan 4 jam. Berhubung kami book tiket tanpa meal, jadi kami beli meal dipesawat. kami duduk ditengah (ga tengah tengah banget sih seat no 30), saat pramugrari sampai ditempat kami, semua makan sudah habis, yang tersisa hanya sandwich dan mie instan. karena vegetarian, jadi kami hanya bisa pesan mie instan RM 6 + plus minum air mineral RM 2.

Sampai di Tao Yuan (Internasional aiport Taiwan bagian utara) 15.30 (waktu sama seperti KL), setelah proses imigrasi dan ambil bagasi, kami naik Bis Evergreen NT 140 ke Zhong Xiao Xin Sheng MRT station. Bisa juga naik Guo Guang Bus (Turun di Taipei main Station, stasiun Bis di Taipei - bersebelahan dengan stasiun MRT).Berikut web bis dari airport ke Taipei http://www.taoyuanairport.gov.tw/english/Publish.jsp?cnid=100150.
Sepanjang perjalanan dari Airport (Tao Yuan) menuju Taipei tidak ada pemandangan apa apa, hanya ruko ruko saja. Beda sekali dengan Singapore, Malaysia, Hong Kong, atau Shen Zhen. Tidak ada gedung gedung yang bagus, yang menarik. Atau mungkin rute yang dilewati bis rute yang ramai penumpang, bukan jalan protokol.

Turun di jalan Zhong Xiao Xin Shen, kami agak kebingungan karena tidak menemukan stasiun MRT. Ternyata harus jalan sampai ke ujung jalan dekat traffic light, baru ada jalan turun ke stasiun MRT. Sebelumnya kami membeli Easy Card (NT. 500 - bila ada sisa bisa direfund), tujuan untuk kepraktisan naik MRT, easy card bisa juga dipakai untuk naik bis, kecuali naik bis ke airport. Selain itu naik MRT & bis dengan easy card mendapatkan disc. 20% (seluruh tujuan di Taipei). Kami naik MRT turun di Hou San Pi (tidak sampai 10 menit).
Berikut site MRT di Taipei http://english.trtc.com.tw/ct.asp?xItem=1056373&CtNode=27496&mp=122032.

Kami keluar di pintu keluar no 2, kemudian menelpon Ms Lee (pemilik guest house tempat kami menginap - TTH (http://www.taiwantaipeihome.com/about.html), Taiwan Taipei Homestay) untuk menjemput kami di MRT station. Btw, pembantu Ms Lee, orang Indonesia, jadi lebih mudah dan praktis untuk kami. TTH bagus, bersih, nyaman, dan fasitas yang membuat kami memilih menginap di TTH adalah, kami bisa titip bagasi berapa haripun yang kami mau ditempatnya, walaupun kita cuma stay 1 hari ditempatnya. Yang kurang sreg hanya 1, yaitu ada dilantai 4 dan kami harus membawa bagasi kami naik loteng (tidak ada lift).
Kata kunci untuk mencari penginapan murah di taiwan "Min Su" atau "Min Shu", yang merupakan penginapan berupa kos atau guest house.

Atas petunjuk dari Winda (pembantu Ms Lee), kami menemukan depot vegetarian (Vegan) dekat penginapan, jalan kaki hanya 5 menit saja. Depot yang menarik, murah, sistem prasman.

Setelah itu, kami naik MRT ke Long Shan Temple (kuil tertua di Taipei, konon katanya sudah berusia 200 tahun lebih) - kata orang kalo mau minta jodoh bisa minta disini. Didepan kuil ini ada air mancur besar, nice place. Lebih bagus berkunjung bila masih ada matahari, karena bila malam hasil foto kurang bagus, kurang pencahayaan.
Disamping kuil ada pasar malam, saya beli snack NT 50/bks (2 bungkus), snacknya enak.

1 jam keliling kuil, kemudian lanjut ke Ximending - daerah pedestrain. Ditempat ini semakin malam semakin ramai, juga merupakan pusat fashion Taipei, barang yang dijual juga beraneka ragam (Baju, sepatu, pernak pernik, kosmetik, banyak rumah makan, elektronik, etc).
Kami membeli payung NT 190 (kalo beli di Indo sekitar 60.000) dan penutup mulut (NT. 50). Bila ingin membeli elektronik, bisa beli disini (HTC phone misalnya), jangan lupa minta install bahasa Inggris, ada charge untuk insatall language NT. 100.

Setelah itu kembali ke TTH (kira2 jam 23.00), sebelumnya mampir ke 7-11 dekat TTH beli air mineral dan roti tawar untuk sarapan pagi.

13 Mei 2010 (Kamis)

Bangun jam 4 pagi, mandi, buat sarapan, titip bagasi, lari lari ke stasiun MRT Hou San Pi, naik MRT ke Taipei main stasiun, karena kita mau naik HSR train (kereta super cepat) ke Taichung. Ngejar kereta jam 06.30 (tarif tiket disc. 35%). Sampai di loket HSR jam 06.25 - tiket untuk jam 06.30 sudah tidak dijual, alasan kereta sudah mau berangkat (padahal masih terdenger sirine kereta, tapi belum board), terpaksa berangkat jam selanjutnya dengan harga tiket normal. Yah nasib, ga bisa ngirit NT 140. Site HSR Train http://www.thsrc.com.tw/en/

Keretanya nyaman, kursi lapang, bisa makan dengan tenang, tidak berisik. Hanya diperlukan waktu 1 jam untuk sampai di Tai Zhung. Bila naik kereta reguler bisa 2,5 jam lebih, tentu saja beda tarif. Naik kereta reguler lebih murah.
Sampai stasiun HSR Di Taizhung, saya ke toilet. Toilet disini bersih, dan ada kertas untuk dudukan toilet, bahkan di Singapurapun saya belum menjumpai ada toilet seperti di Taichung HSR train.

Kami dijemput teman yang tinggal di Taichung, lalu kami sama sama ke Sun Moon Lake-SML (Danau Matahari & Bulan). Site Sun Moon Lake http://www.sunmoonlake.gov.tw/EN/02000040.aspx
Kebetulan sekali ada supir taxi Mr. Lee yang menawarkan akan mengantarkan kami keliling ke SML, tarif NT 4.500 (Pagi s/d sore), karena kami berlima maka perorang NT 900.

Bisa juga travelling di SML dengan naik bis yang disediakan, hanya bayar 1 kali saja - bisa naik bis ke semua tempat wisata disana, seperti fasilitas bis di sana, berikut jadwal bis SML http://www.sunmoonlake.gov.tw/EN/02001269.aspx
Akan tetapi untuk pergi ke SML sendiri harus naik bis dari Taichung ke Puli baru naik bis ke SML. Penginapan yang terjangkau dengan view bagus di SML adalah Laurell Villa, disediakan juga paket tur buat tamu yang menginap di sini. Site Laurell Villa http://laurelvilla-en.emmm.tw/?ptype=hotel

Tujuan pertama di SML adalah Wen Wu Temple. Jujugan tempat wisata yang wajib dikinjungi di SML. View outdoor dan interior kuil ini menarik sekali. Lain bila dibandingkan dengan Long Shan Temple (di Taipei), karena kuil ini terletak dipinggir danau. Dan untuk masuk ke dalam harus menaiki anak tangga.

Didalam kuil ini ada terdapat kuil konfusius, masyarakat setempat percaya, bila saat menghadapi ujian para pelajar datang ke kuil ini dengan membawa ID card ujian dan bersembahyang memohon agar dapat melewati ujian sekolah, dan diyakini dapat lulus ujian.

Diluar kuil konfusius terdapat tombak, yang menurut Mr Lee merupakan tombak dari Guan Yu atau yang terkenal dengan nama guan gong (salah satu tokoh dari sam kok, 3 negara). Tombak tersebut tidak bisa diangkat karena bobotnya mencapai 150kg.
Disekitar kuil terdapat relief cerita dari Guan Yu.

Dikuil ini juga bisa meramal nasib, ada yang via mesin - yaitu dengan memasukkan koin (kalau tidak salah NT. 200) kemudian akan ada atraksi sedikit, lalu keluarlah secarik kertas kecil yang ada tulisan, bisa minta tolong penjaga kuil untuk mengartikannya. tau bisa juga minta diramalkan garis tangannya, tentu saja tarif lebih mahal.

Didepan kuil konfusius juga ada gantungan lonceng mini, yang dipercaya akan melancarkan usaha, asmara, dll.

Setelah itu kami berkunjung ke Peackok garden (Kebun merak). Merak disini berbeda dengan merak di Indonesia. Burung merak disini ekornya sangat panjang, dan ada merak yang berwarna putih.
Ada burung merak putih yang aneh, yang bila ditunjukkan uang senilai NT 1.000, maka dia akan mendekat dan memamerkan ekornya. makanya dijuluki burung seribu.

karena saya berpergian bulan Mei, maka kami tidak mengunjungi Mei He garden, yaitu kebun plum. Karena musim semi sudah berlalu dan tidak ada bunga sama sekali.

Selanjutnya kami mengunjungi Shueishe Visitor Center. Ditempat ini atas bantuan Mr. Lee kami menyewa boat mengelilingi danau (hanya untuk kami ber 5 saja), bagaikan naik perahu pribadi hehehe. Harga sewa boat NT. 1.800 (jadi tarif naik per orang NT. 300), yang seharusnya sewa boat itu untuk 20 orang dengan harga perorang NT 200. itupun harus menunggu penumpang penuh baru bisa berangkat.

Next kami mengunjungi kuil Syuanguang & Syuantzang temple. Keduanya adalah kuil yang bagus, sepi dan tenang. Konon dulu hanya ada 1 kuil saja, akan tetapi berhubung orang yang datang bersembahyang banyak sehingga tidak bisa menampung, akhirnya dibangunlah 1 buah kuil lagi. Saya lupa mana kuil yang pertama kali dibangun. Kedua kuil ini sudah ada sejak jaman penjajahan Jepang.

Tempat lain yang tidak bisa kami kunjungi adalah Ci En pagoda. Disebabkan karena gempang bumi 2 tahun yang lalu, maka tempat itu dilarang dikunjungi oleh para turis. Dikhawatirkan bisa roboh sewaktu waktu.

Sore harinya kami berkunjung ke museum di taichung. Saya lupa nama museum itu. Tidak semua lokasi di museum yang bisa dimasuki, dan tidak diperkenankan untuk memotret disini. Disamping museum terdapat kuil yang megah. Konon para biksu dan biksuni disini adalah para konglomerat yang sudh melepaskan kehidupan duniawi. Disamping itu didaerah kuil juga akan dibangun sekolah mulai SD-SMA GRATIS.....(kapan yah Indonesia ada yang kayak gini. Sekolah gratis bukan berarti sekolah kacangan, disini sekolah dengan best facility lho).

Selanjutnya kami mengakhiri perjalanan dan kembali ke Taichung. Kami minta diturunkan di Feng Jia Night Market (Pasar malam terbesar di Taichung), emang sih gede banget, dan berkelok kelok. Banyak gang gang.
Ke Taiwan jangan lupa makan tahu busuk, minum teh khas Taiwan.

Di Taichung kami bermalam di Feng Jia Night Music. Kamar kami di lantai 1, dan ada piano didalam kamar. Sayang, kami tidak bisa main piano. Tarif standar NT. 1.100 - karena teman saya jago ngomong, jadi nego sampai akhirnya dapat NT 750 per malam (soalnya kita cuma stay s/d jam 6 pagi aja) - and breakfast only for 1 person, tapi kita ga ambil.Berikut site Feng Jia Night Music http://tw.myblog.yahoo.com/nick-588 (site dalam bahasa mandarin)

Dah gempor nih, hari selanjutnya lanjut besok...........



14 Mei 2010 (Jum'at) - Lunar kalendar Tgl 1 bulan 4

Jam 6 pagi kami sudah siap, dijemput teman naik motor menuju Taichung TRA train station, stasiun kereta reguler Taichung, naik kereta ke Hsin Chu, tarif NT. 110. Jam 06.45 kereta berangkat. Sampai di stasiun lanjut naik bis ke Erl Mei. Disini kami mengunjungi Vihara Maitreya tersebesar diseluruh dunia.

Didepan Vihara ada patung Maitreya (Smiling Budha) setinggi 72 meter. Yang didalamnya terdapat banyak ruangan yang bisa dimasuki. Didalam patung 72 meter ada banyak patung Maitreya dengan beraneka ragam pose yang unik dan bagus, dengan berbagai alat musik.
Saat kami kesana Vihara induk masih dalam proses pembangunan dan baru akan diresmikan Bulan maret 2011.

Vihara ini dikelilingi oleh danau Erl mei, serta dikelilingi 5 gunung. Very nice view, angin sejuk, tenang, damai, orang orang yang ramah.
Karena hari ini adalah tgl 1 (lunar kalendar) maka kami mendapat berkah bisa bersembahyang disini.
Didepan vihara ada restaurant vegetarian, menu lezat dan saya senang sekali karena bisa makan ice cream disini.

Pukul 14.20 kami diantar menuju stasiun bis untuk kembali ke Taipei. Sampai di Taipei Main Station, kami naik MRT ke Taipei 101. Sayang hari itu hujan sehingga pemandangan berkabut. Tower 101 kurang jelas. Kami tidak naik ke atas, karena untuk naik keatas harus membayar NT 500. Btw ada fasilitas bis gratis dari Exit door Taipei MRT ke Taipei 101.
Kami berkunjung ke New York New York, kembali ke TTH untuk meletakkan tas kemudian makan malam.

Perjalanan kami lanjutkan ke Wu Fen Bu (pusat grosir aneka baju dan tas), dari TTH jalan kaki +/- 20 menit. Saran saya naik taxi saja fare tidak sampai NT 100.
Diujung Wu Fen Bu ada kuil Shong Shang, kuil ini bagus sekali, sangat rekomendasi untuk mengunjungi kuil ini. Apalagi bila dikunjungi pada malam hari, banyak lampu dan lampion.
Didalam kuil menyembahyangi Ma Zhu (Dewi laut, kalau saya tidak salah).
Saat merayakan hari Ma Zhu, para umatnya membawa persembahan dan memikul tandunya jalan kaki dari Taipei menuju Taichung.

Persis disamping kuil ada pasar malam, Rao He. Pasarnya sangat rapi, bersih. Boleh juga lihat lihat kesini. Tidak sebesar pasar di Feng Jia dan Ximending. Harga barang disini murah murah. Disini saya membeli sandal NT 85 dan alat pijat dari kayu (yang kalo beli di Bali 1 biji 35ribu).
Jam 12 malam saya kembali ke TTH naik taxi.

15 Mei 2010 (Sabtu)

Last day di Taipei. Check out dari TTH dan menitipkan bagasi kami, karena kami masih mau jalan jalan ke Ciang Kang Sek.
Dengan naik MRT +/- jam 8 pagi kami sudah sampai di CKS, kebetulan hari itu ada sekolah yang mengadakan aktivitas di sana, jadi suasana ramai sekali.

Jam 9 pagi pertujukkan tentara di museum CKS dimulai, setelah pertunjukkan selesai +/- 15 menit, kami masuk ke dalam museum.
Sampai pukul 11.00 kami keluar dan kembali ke TTH, beli makan siang dulu sebelum naik MRT ke taipei main station.

Sampai di Taipei main Station kami naik Guo Guang bus ke Tao Yuan airport, harga tiket NT. 125. Jangan lupa untuk merefund easy card, saya masih mendapatkan uang kembali NT. 295.

Airasia ada diterminal 2, jangan sampai salah masuk terminal. Jarak terminal 1 & 2 jauh sekali.
Sampai diterminal 2, kami naik lift ke Lt3, tempat check in.
Setelah antri panjang, kami akhirnya bisa check in. Dibandingkan dengan LCCT, Tao Yuan masih kurang bagus.

Sampai di KL sudah malam, kembali kami naik star shuffle. Akan tetapi kami tidak kembali ke tempat Riyani, KL Plaza. Kami menginap di hotel Sempurna, belakang bukit bintang, harga per malam RM 93. Berikut site hotel sempurna : http://www.hotelsempurna.com/index.html

Hotelnya kecil, tapi bersih, dan saya suka itu.
Setelah itu kami beristirahat.

16 Mei 2010 (Minggu)

Bangun pagi-pagi,mandi dan bergegas ke Twin tower antri tiket gratis naik ke atas. naik taxi jam 06.30 pagi fare NT 10. Didalam sudah ada kira kira 20 orang yang mengantri tiket. Teman saya pergi mencari makanan untuk bisa dimakan, tapi tidak menemukan sarapan yang mengenyangkan perut. SAra saya bila mau antri tiket pagi pagi, bawa sarapan makan disana atau makan pagi dulu sebelum antri tiket. Tiket gratis baru dibagikan jam 9 pagi, setiap harinya dibagikan 1.600 tiket gratis. Dan kami menjadi rombongan pertama untuk naik keatas.

Diatas (Lt 42) hanya diberikan kesempatan 10 menit.Ga ada apa apanya sih menurut saya, tapi ya gpp, mumpung gratis yah naik aja.

Selanjutnya kami ke KLCC food court dan kinokuniya book store. Langsung lanjut menuju Sun way lagoon, naik Bis no 10. Tiket RM 3. Jangan takut tersesat di KL, bisa tanya petunjuk jalan kepada supir bis, supir taxi. Yang saya kagumi disini para supir bis bisa NGOMONG INGGRIS.....

Sampai di SunWay Lagoon sudah jam 12.30 siang. Matahari sangat terik. Menurut saya dibandingkan dufan, masih jauh lebih bagus dufan. hanya saja di dufan tidak ada kolam renang, dan tidak ada park untuk binatang (seperti burung, kupu-kupu, reptil).
Karena matahari sangat terik, saya malas main disini. O ya, tiket beli sama Riyani RM 45, tapi cuma bisa main di 3 park saja (tidak semua park, dan park yang menarik seperti water park dan scream park tidak bisa dimasuki).
Sebelum masuk ke dalam harus deposit RM 10, untuk jam tangan yang dipakai selama berada diarena SWL, uang ini bisa diambil saat mengembalikan jam tangan.
Berikut peta Sunwaylagoon http://www.sunway.com.my/lagoon/map.asp

Selanjutnya makan siang jam 14.30 diluar SWL - good vegetariant restaurant dan murah, also taste good.
Kembali ke Hotel naik taxi, supir orang Indonesia yang sialnya kurang tau jalan. Jadi muter muter jauh baru bisa sampai hotel. Akhirnya harga taxi kami tambah karena kasihan supir sudah keliling keliling ga tau tau (or pura pura ga tau yah)....

Setelah gempor, menurut petugas hotel kami bisa ke stasiun bis puduraya naik monorail, dengan tarif yang lebih murah. Naik dari Time Square mall. Sama sekali tidak rekomendasi bagi yang bawa koper. Soalnya untuk bisa sampai ke monorail harus naik tangga. Monorail di KL itu ada diatas, namanya LRT. Tarif LRT murah RM. 1,6.

Sampai dipuduraya kami naik aerobus ke LCCT.
Setelah check in, kami beli coklat disana (it's free duty), dan aneka jajan/snack.
Then back to Surabaya at night, sampai rumah jam 23.30......

Kamis, 20 Mei 2010

Twin Tower, Suria KLCC, Sun way Lagoon

Six day (Sunday, May, 16, 2010)
Twin Tower, Suria KLCC, Sun way Lagoon

Today we get up early in the morning, after store our luggage at hotel, we went to KLCC to get free ticket enter twin tower. Everyday there was 1.600 free ticket to go up stair (till 42th floor). The gate was open at 09.00, but at 06.00 people already came to queue. If we late can't had free ticket to go up stair, I saw a foreign came at 08.25 and they can't had ticket anymore.

We arrived there at 06.40 by cab from Hotel Sempurna, fare NT 10. Every Monday it closed. Ticket fare to go up stair RM 20. One person can queue for 5 ticket.

We only had opportunity for 10 minutes at 42th floor. In 1 group only allow for 20 person. Gate open before 09.00, and we go up stair at 09.00 (first group).

After that we go to Suria KLCC for breakfast, at mixed rice - food court (Second floor). Our food not delicious, fare RM 6.5 but we didn’t had any choice.

It’s already 10.00 when we finish our breakfast, then visit Kinokuniya bookstore. At 11.30 we get bus to go to Sunway Lagoon. We take Metrobus to Kotaraya (I forgot the number) from KLCC, fare RM 1, from there we take other Metrobus number 10 to Sunway Lagoon, fare RM 3.

Arrived at Sunway Lagoon at 12.40, it’s extremely hot there. Since I already had ticket, (buy with Riyani RM 45, for 3 park), I trade my ticket with watch to get inside. To go inside must wear watch, and for it we had to deposit RM 10, and it refundable when you return the watch at exit door.

This place not too big, It’s too hot to play there, nothing to do, just visit wild wild animal, walk around, and take photograph. Here Sunway Lagoonmap.

Then we had lunch at 15.00 at restaurant near there (outside Sunway Lagoon), the food was delicious and for me it’s large. I order the most delicious food (I forgot the name - ask the owner), and buy mian bao for our dine.

After that we take cab back hotel, the cheapest fare we had is RM 27 (other Cab-Indian Driver ask RM 40), but unfortunately the driver didn’t know road well, actually it’s already near, but he took wrong path, then we go inside highway, and it’s take time to back at main street. He made mistake till 3 times, then we get off at Jl. Imbi (Hotel Sempurna road) and walk to hotel. Since we pity with him so we pay more, we gave him RM 40.

After clean our self in first floor hotel toilet we walk to monorail, nearest is Times Square mall. If not carry luggage it’s will be nice and cheap. Fare to KL sentral with monorail RM 1.6, but carrying luggage it's not comfortable, better take cab.
After get off at KL sentral monorail, we cross street and ride Sky bus to LCCT, fare RM. 9
Arrived LCCT at 18.20, check In and buy chocolate also snack (duty free), and wait in waiting room to board.

From the first time we board we always got number 30 seat, SUB – KL, KL – TPE, TPE – KL. But from KL – SUB we got number 9 seat. Maybe it’s because for last flight we check in 1,5 hour before depart.

Pocket Money for this trip, MYR 150 and NT. 8.700 (all include buy gift and donation). That’s all my journey.

Rabu, 19 Mei 2010

Bukit Bintang, Petaling Street, Central Market

I just back from Taiwan with my friends, still feel dizzy, and sleepy. I went Taiwan for 4D/3N, and transit at Kuala Lumpur arrived and departure (2D/2N). It was short journey, but I can’t stay there for long time, since I only had short holiday.

Here my journey there.

First day (Tuesday, May, 11, 2010).
Bukit Bintang, Petaling Street, Central Market

I took Air Asia flight from Surabaya to Kuala Lumpur at 09.55, transit there. Since only one flight from Kuala Lumpur to Taipei everyday, so I had to stay one night at Kuala Lumpur.
Indonesia regulation for fiscal free, I go to fiscal locket and give them copy of pasport (first page only) and copy of NPWP card, and had stamp on my ticket.
Arrived at LCCT 13.30 (Malaysia time). After immigration and get luggage it’s already 14.20.

I stay at Bukit Bintang Kuala Lumpur, so I take Star Shuffle bus to get there, fare RM 18 (RM 15 + RM 3 for baggage, if you not carry baggage fare RM 15). Schedule arrived Kuala Lumpur for 1 hour, but I don’t know why we arrive at KL Plaza (place I stay – Riyani Apt’s at Bukit Bintang) at 16.35 (bus start board at 15.00). I Bought bus ticket at Gate 5 – bus stop at LCCT.


You can also take other bus, Aerobus, but they only stop at Puduraya bus station or KL central, fare RM 9, and you had to continue by other bus or monorail or cab to get there, if you arrived at busy hour, the road will be crowded, and fare you should pay will be expensive. I not recommend to go by cab, Star shuffle bus delivered to in font of KL Plaza.

I don’t really like this apartment, since we had to share restroom with other and the restroom not convenient for me (not because I had to share, but I don’t feel convenient with the restroom at all, no soap, not so clean, and the most things I don’t like is the restroom door lock), window at my room no security lock, I stay at 14th floor. For money that I pay, I can find other budget hotel, better than this, and I can had breakfast for buffet, at Riyani Apt’s (here riyani site’s) no breakfast, yes there a kitchen, but only available to cook instant noodle.
Riyani room fare for master bedroom (with restroom inside) RM 100, for other room RM 85, (restroom share). For holiday, weekend there surcharge RM 15 for all room.

After check-in, we directly take Metrobus from Bukit Bintang (in font of Mc Donald) to Petaling street fare RM 1 (about +/- 10 minutes). There’s nothing special to buy there, all stuff same with Indonesian product, shoes, bag, shirt, other stuff. For me even we can bargain here, but the price is expensive, they only can give discount till 20%, and price still expensive. But there’s a lot street food you can buy there. I buy Dragon fruit and mango fruit there, it’s delicious, and other fruit all RM 1 for each.

After walk around there, we decides to had dinner. I found vegetarian depot next Petaling street. The owner was nice, he introduce all food they have. Even only small place, but a lot people eat there, (local and foreign). I order Vegetarian rice with gingers and soup.

fare RM 4.8 each and drink lou Han Guo RM 1.

After finish our dinner, we take a walk to Pasar Seni, in English it’s called Central Market (+/- 5 minutes from there). It sold handicraft and Malaysian food, I bought key chains RM 6 for 6 pcs, for me it’s cheap. Take some picture till 20.35, then we catch bus back to KL Plaza, I forgot the bus number, but you can ask with bus driver they will tell you which bus you must take to get Bukit Bintang. Bus fare RM 1.














Arrived at Bukit Bintang we go to Pavillion Plaza, in front of KL Plaza, take picture there. And back to hotel at 22.20.




















I take Twin tower Picture at night from Riyani Apt’s.