Jumat, 17 September 2010

WHY TO MOVE

Pengen share aja sama temen temen, ada artikel bagus...

Kejadian ini sering kali terjadi sama kita (at least pernah terpikir dalam benak kita). Artikel ini sangat mengena pada diri saya sendiri, karena pernah mengalami hal seperti ini. Dalam kondisi perusahaan yang kurang baik, masih saja bertahan, alasan hanya karena bos baik. Tapi pada akhirnya, sudah sampai titik puncak mungkin, pindah juga.

Point penting yang juga ingin saya sampaikan bahwa, jangan merasa menjadi orang penting atau orang yang dibutuhkan oleh perusahaan, karena meskipun pada akhirnya kita keluar, mungkin karyawan yang baru belum bisa melaksanakan tugas seperti kita yang sudah bekerja bertahun tahun, tapi perusahaan tetap saja berdiri. Tanpa kitapun (walaupun karyawan terbaik atau karyawan teladan), perusahaan tetap akan berjalan. Seperti kata orang orang life must go on, hal ini berlaku juga buat perusahaan.

Ok, let’s check this article.

WHY TO MOVE

Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul Azim Premji, "Bill Gates" dari India (terbitan Mizania 2007).

Azim Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India. Dia urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana.

Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tinkat turn-over (kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS.

Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?

Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini.

Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat.

Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. "Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru", katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini.

Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules.

Penemuannya adalah sebagai berikut:

Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules.

Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus - dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.

Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit.

Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.

Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti - biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting. Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu.

Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan.

Demikian pesan Azim Premji. Bagaimana pendapat Anda (sebagai bawahan maupun atasan) ?

Senin, 09 Agustus 2010

Times goes everyday

Times goes everyday……When alive not death send message at my email that Vannes Wu birthdays already close. You know, he was Taiwan’s big actors (First movie, was Meteor Garden – with F4).
It’s seem I just watch Next Stop Happiness (it’s good movie, you should take a look for it), which Vannes Wu and Ady An just celebrate their birthday at location making of the movie.

And now it’s going to that moment again.
Times goes by, and I’m still at here, same with last year. Still working at same office, same place, same neighborhood, same activity....

I did made changed of my life, but not such a big change. In this years, I had a new friends, visit wonderful place, go foreign, had new job description at my work, take lesson, and I’m still thinking, what kind of changing that I already made, but it’s seems no more ...

Being busy, and yes I’m busy, but my busy things only task, duty, obligation. It’s seems no value added add from all of that.

The things that I willy want, till now, I hadn’t achieve it yet.
People said that we had to dream, had high dream, the more high is better. But there’s people said also, that had a dream was not good, more high, more terrible, cause when it can be comes true, we got stresses for it. Hmmm…..it’s complicated I think.

Watch my niece and nephew grow up, and yes, they made changing everyday. Had new things, new experience. They grow everyday, slowly but sure. And I still here, same with yesterdays.

Two days before, my niece ask my activity, and she records all of my activity. She wrote my activity was, working, watch series movie (not everyday), sleeping, busy with social activity (not a lot activity actually), went to temple, and made homework (not everyday). That’s all, and she told me to sign at her report.

And today, I just realize that’s my activity was so common. Times goes by and I’m still doing same things.
Sometimes I think, do I had to take job at foreign? – I do had offer for it once at Beijing, and I already refuse it.
Or move to others town to get new job?
Or doing crazy things? (for this one – I don’t things so)

Asking my others friends, they said that they felt same things with me. And they just same with me, didn’t know how to face it.
It’s seems when age already past 30, this condition comes to us. It that’s right? Feel the same as I felt?

Many book I read, many seminary, or talk show I follow and hear.

Actually all saying same things, that if we want to made a big change, we had to try and go for it, don’t be afraid being fail, pray, be a good human, help each others, pray to God, always satisfy and thanks to God for all condition that we already had.

Do all of that, and the result still same. Everyday life with same things.

When I watch Oprah Show, and know that many people made a big change for their life, I feel happy for them. But, look inside my self , what should I do?
For this one, I already made myself busy, by follow or take or made activity, but, at the end, it’s still the same, it’s only short changing.

Any idea, what we had do with our short precious life?

Selasa, 20 Juli 2010

Fly with Air Asia


Monday, July 19, 2010

Berkali kali terbang dengan Air Asia, baru kali ini saya menuliskan blog tentang penerbangan saya. Penerbangan terakhir dengan Air Asia, July 16 & 19, 2010 – destination : SUB-CKG-SUB.

Ini merupakan penerbangan saya yang pertama kali menuju Terminal 3 Sukarno Hatta, sebelumnya selalu mendarat di terminal 1.
Pertama kali setelah landing, saya ke toilet terminal kedatangan. Toiletnya sangat nyaman, bersih.
Terminal 3 tidak seperti terminal 1 yang kesannya berdesak desakan dengan para penumpang berebut baggage claim dan pintu exit. Terminal 3, tenang dan lapang. Sangking lapangnya, ACnya sangat terasa, dingin sekali. Taxi airport juga sangat mudah.

Terminal 3 mirip dengan airport LCCT di Malaysia, hanya saja tidak sebesar LCCT. Outlet outlet pada terminal 3 juga tidak sebanyak yang ada di LCCT. Ruang tunggu antar gate digabung menjadi satu.

Terbang dengan Air Asia jarang delay, dan sepanjang penerbangan saya hanya delay 2x @ 30-50 menit. Bila ada pergantian skedul saya sudah diberitahu jauh jauh hari oleh Air Asia, dan pada hari H, diconfirm lagi oleh pihak Air Asia. Akan tetapi email untuk perubahan skedul penerbangan baru diemail pada hari H. Ini sedikit menyulitkan, apabila ada penumpang yang tidak cek email.

Selama saya terbang, dengan penerbangan apapun, saya tidak pernah memperhatikan awan awan dilangit, saya selalu berusaha menyamankan diri, ngobrol dengan penumpang lain, dengar MP4 or tidur. Akan tetapi pada penerbangan CGK-SUB, karena saat take off cuaca mendung, jadi pesawat agak sedikit tergoncang. Setelah pilot berhasil menerobos awan tebal, barulah sampai pada awan yang biru, langit yang cerah, sangat kontras dengan awan yang ada dibawahnya.

Gambar awan ini tidak begitu jelas, karena jendela pesawat yang buram.
Ada beberapa gambar yang bagus, saya berhasil mengambil gambar sunset di angkasa, pada penerbangan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ada puncak gunung, saya tidak tau gunung apa itu, yang tampak puncaknya saja.
Dan ada 2 gunung yang tampak berjejer.

It’s was beautiful view. Sayang kamera saya kurang support untuk pengambilan gambar yang tajam. But at least, I can capture some of it. Here I share some of them.

17.30 wib saya mendarat di Bandara Juanda, Surabaya.

Welcome back to home sweet home......

Senin, 19 Juli 2010

Tidung Island

Kemarin berangkat dari Surabaya naik Air Asia, dapet tiket murah PP 42.000 (one trip 21.000) murah banget kan, (lebih mahal airport taxnya hehehehe) makanya aku bisa jalan jalan ke Pulau Tidung. Booknya jauh jauh hari, November 2009.

Kurang sebulan dari hari H, baru cari cari info tentang Tidung, ketemulah Island Adventure, dengan Pic, mbak Novi. Site Island Adventure aku lupa, tapi bisa disearch by google koq.
Bersebelas kita rame-rame ke pulau Tidung. Kita ambil paket 2D/1N, include inside, snorkling, sepeda, makan 3x + barbeque, perahu untuk snorkling, home stay : 2 kamar tidur(ber AC), 2 kamar mandi, Ruang tamu (tersedia spring bed double bed 2 buah)bisa dipakai buat tidur 4 orang (kipas angin), TV, Ruang makan kecil.
PIC penginapan mas wawan : 0815 72077083

Thank's to all friends who's joint this short holidays, Yenny, Arno, Rita, Priya, Ira, Antolie, Dewi, Yudi, Herlina, Mei yin (betul ga tulis nama smuanya, kalo salah maap maap ya), without you all, I can't had this happy holidays.

First days :
Saturdays, July 17, 2010

Setengah lima pagi dah bangun, nyiapin makanan pepes ikan, empek empek (all vege)yang mesti dibawa kesana (karena ada 4 peserta yang vegetarian, so mesti prepare makan sendiri - kita ga ambil paket makannya).
Jam 6 pagi, naik taxi Blue Bird (dari citra Garden 2) ke Muara Angke, argo Rp. 50.000, sampe disana dah rame banget, banyak yang mau main ke Tidung dan Pramuka.
Sebelum berangkat antri Toilet di pom bensin (tempat meeting point kita), antrinya hampir setengah jam, sangking panjangnya antrian.

Berhubung contact person yang ditunjuk mbak Novi (Island Adventure) ke Tidung terlambat karena ada gangguan di motornya, jadi kita naik kapal selanjutnya yang jam 8. Kapal pertama berangkat jam 7.
Naik ke kapal ga seperti bayanganku yang pake jembatan, naik teratur, sudah tau sih kalo duduknya berebutan (liat dari blognya orang orang). Cuma ga nyangka banget kalo naiknya bakalan amburadul banget.
Ga ada jembatan penghubung dari ujung dermaga ke kapal, ada sih aroma "ajaib" cuma ga menusuk banget, tahan tahan aja, kalo ga tahan jangan lupa bawa masker. Disini harus jago lompat or at least kudu nekad, soalnya naiknya ada yang dari perahu disamping, ada yang dari ujung dermaga.

Pertama kali naik, kita semua duduk dibawah, dapet tempat yang leluasa. Temen temen pengennya diatas, tapi sudah full, padat penumpang. Oh ya, bawa barang sepraktis mungkin, supaya memudahkan diri sendiri aja.

Perjalanan 3 jam ke Tidung membosankan, cari posisi yang enak buat tiduran. Buat yang mabok, jangan lupa minum antimo, kalo takut ngantuk kelamaan, minum separuh aja. Cari duduk dekat jendela, supaya kalo mo "mengeluarkan isi perut" lebih gampang.

Untung aja ada temen yang bawa kartu UNO, jadi ga boring boring amat. Sambil main sambil ngemil (snack yang kita bawa segambreng). Maen sampe bosen, tidur lagi, sampe akhirnya sampai juga di pulau Tidung (kira2 jam setengah 12 siang).

Sama kayak berangkat dari Angke, disini kita juga harus lompat 3 perahu buat nyampe didermaga. Nyampe di Tidung, berasa kayak datang ke pulau terpencil, jalannya cuma gang gang kecil aja (mirip kayak gang diperkampungan kecil). Jangan harap ketemu sama mobil, kendaraan yang paling modern, sepeda motor.

Dijemput sama guide Mas Edy ke penginapan. Hokki dah kali ini, ,kita dapet rumah baru, masih bersih smuanya, kasur baru, sprei baru, ACnya super duper dingin (baru kali yah).

Sampai dipenginapan disambut makan siang. Setelah makan siang isirahat bentar. Jam 1 siang kita dijemput mas Edy buat snorkling. Naik sepeda dari penginapan ke tepi pantai. Ada sedikit insiden, kita kehilangan 2 temen yang ternyata salah satunya ga bisa naek sepeda, sudah lupa sangking lamanya ga naek sepeda. Karena Tidung pulau kecil, jadi gampang aja mereka nyampe di pantai.

Setelah itu kita naik perahu ke pulau Payung (pulau terdekat), kira kira setengah jam kita sampai di pulau Payung. Buat aku yang sama sekali ga bisa berenang n ga pnah snorkling, rada rada takut sih, tapi diajarin sama guide cara2 snorkling, jadi bisa deh (tapi dah minum air laut n ga bisa nafas, soalnya lom terbiasa nafas dari mulut). Thank's mas Edy.

Tips buat yang ga pnah snorkling, wajib pake sepatu katak (sepatu ini bantu kita jalan di air) and kalo mo ambil napas, balik badan hadap keatas, buka alat snorkling. Jangan sampe ada rambut yang masuk ke kacamata, soalnya air bisa masuk melalaui rambut. Alat snorkling harus kencang.

Sebelumnya kita diminta data oleh Island Adventure, ukuran sepatu n baju. Ukuran harus pas, jangan kebesaran. Mungkin ukuran sepatu katak, ga sama seperti ukuran sepatu, jadi bisa ambil 1 nomor yang lebih kecil, supaya pas. Temen temen yang laen juga kayak gitu, smuanya kebesaran 1 nomor (co/ce sama aja), tapi ga bisa tukar alat snorkling, soalny dah habis dibagikan buat peserta yang lain.

Setelah snorkling di 2 tempat, kira2 jam setengah 4 kita naik perahu ke jembatan cinta (penghubung tidung besar n kecil). Guidenya juga ga tau knapa tuh jembatan bisa dikasih nama kayak gitu, katanya yang kasih nama kayak gitu pengunjung.
Disana ada banyak penjual makanan (ada baso, siomay, mie) & minum degan ijo. Ga lupa foto foto bentar sebelum balik ke penginapan.

Sampai dipenginapan antri mandi, and hujan deras. Untung penginapan tempat kita tinggal ada 2 kamar mandi, jadi antrinya ga lama lama amat. Sehabis mandi makan malam, n main kartu UNO lagi sebelum disamperin guide ngajakin kita jalan malem2 naek sepeda.

Jalan2 lewat kantor lurah, sekolah SD (disana ada skul dari SD - SMK, katanya sih gratis), kantor polresnya kecil n sepi (selama disana ga keliatas ada petugas, bangunan yang paling keren puskesmas (mungkin masih bangunan baru). Trus diajakin tantangan jalan lewat jalan yang gelap gulita, ga ada lampu sama sekali n lewat jalan setapak.
Info dari guide : disana cuma ada 6 RT, penduduknya +/- 1000 orang.

Tips jalan jalan malem pake sepeda untuk rombongan, untuk setiap jalan belokan info ke bagian belakang, supaya kalo ada yang ketinggalan bisa tau jalan (penerangan jalan terbatas). Olah raga malem lumayan kringetan juga (temen temen sih, tapi aku ga).

Setelah itu balik penginapan barbeque, kalo mo barbequ dipantai bisa juga, tapi berhubung mendung, atas saran guide kita barbequ di pinggir penginapan. Bener aja waktu bakar bakar hujan. Habis itu kita smua istirahat, karena besok harus bangun pagi-pagi buat liat sunrise.

Second days :
Sunday, July 18, 2010

Bangun pagi, sikat gigi langsung tancap naik sepeda ke jembatan cinta. Sampe disana dah rame banyak orang. Ternyata hari ini lagi mendung, jadi ga bisa liat sunrise, kalo pergi ga pas musim hujan bisa liat sunrise kali. Kata guide sunrise dari jembatan cinta bagus banget.

Setelah itu naik jembatan ke pulau Tidung kecil. Jangan lupa foto foto disini, bagus lho foto di jembatannya. Dipulau tidung kecil, ada penjual mie instan n minum (laris banget). Foto - foto bentar sampe jam setengah 8 balik penginapan.
Sarapan, mandi, tiduran sampe dijemput guide ke dermaga.

Ternyata antrian didermaga, dah panjang.
Tips buat kaum hawa yang empet empetan demi naik kapal. Kalo yang antri dibelakangnya cowok, pakai sikut biar rada munduran, trus pasang badan biar bisa dapet tempat antrian. Kalo ada cowok rese, boleh galak dikit aja.

Pulangnya kita naik kapal bagian atas, sesaknya minta ampun. Mana duduknya cuma bisa buat kaki ditekuk dikit, kiri, kanan, depan, belakang, full (duduk bersila aja ga bisa). Iri juga liat orang yang ga berperasaan, sempet2nya main kartu and tidur selonjoran. Untungnya lama kelamaan bisa juga selonjor kaki and bisa dapat space buat tiduran, walaupun miring ke kiri (moga moga aja tulangnya baek baek aja, ga ikutan miring).

Akhirnya setelah empet-empetan 3 jam, nyampe juga didermaga dengan aroma "ajaib".
That's all my short journey to Tidung Island.
Spesial thank's to Air Asia and Island Adventure, because of you I can had wonderful holidays.