Kamis, 18 Februari 2010

Bagasi Hilang Lion Air

Seumur-umur sepanjang sejarah penerbangan gue, ga pnah yang sampe bagasi ga ada. Karena ada tugas dinas dari kantor yang mengharuskan saya datang ke Bogor, maka saya flight ke Jakarta dengan Lion Air (PP).

Saya ambil penerbangan paling pagi, jam 07.00 WIB, karena harus segera sampai di Bogor. Penerbangan tidak delay, take off on time. Sampai pengambilan bagasi +/- 09.15 (karena antri exit door dan ke toilet dulu). Tunggu punya tunggu bagasi saya ga kunjung terlihat, sampai bagasi terakhir keluar, koper saya belum juga terlihat. Akhirnya kompalin ke bagasi kehilangan (Terminal 1 soekarno Hatta, hanya ada penerbangan Lion Air). Setelah isi form, dan menurut info dari pihak Lion Air, bagasi saya ikut di flight selanjutnya, landing kira2 jam 10.30 WIB. Disebabkan karena saya check in 30 menit sebelum board, jadi next kalau mau check in min. 45 menit sebelum board. Meskipun kesalahan dari pihak Lion Air, tetapi mereka tidak mau disalahkan. Disana ternyata banyak bagasi dan paket yang tidak bertuan.

Pukul 10.50 WIB saya dihubungi pihak Lion Air bahwa bagasi saya sudah ada dan bisa diambil di airport. Tapi saya baru sempat mengambilnya pukul 18.05 WIB, masuk dari pintu kedatangan. Tanpa prosedur yang bertele tele, saya hanya menyerahkan form bukti kehilangan bagasi dan langsung mengambil bagasi saya.

Untungnya petugas Lion Air cooperative, kalau tidak, complain saya baru akan mendapat penggantian dari Lion Air 14 hari dari tanggal complain. Oh My GOD......

Kamis, 28 Januari 2010

Safir Seduk - Siapa Bilang Jadi Karyawan ga Bisa Kaya

Pertama kali baca judul buku ini (tahun 2006), rasanya ga percaya juga. Memangnya jadi karyawan bisa kaya ya…... mungkin iya kali, kalo udah level senior manager or direktur. kalau pegawai biasa mana bisa. Karena lihat dari teman teman yang senior, mau kaya, ya harus usaha sendiri. Kalau kerja makan gaji sama orang mana bisa kaya.

Setelah selesai membaca, saya mulai mencoba. Saya berusaha tidak mengeluarkan uang untuk hal hal yang tidak saya butuhkan, berusaha sebisa mungkin untuk tidak konsumtif. Untungnya saya orang yang tidak mudah tergoda dengan diskon, atau iklan barang yang murah. Dan saya cenderung untuk tidak mengganti barang yang sudah saya miliki dengan barang yang baru yang lebih trend. Memang pola hidup seperti saya ini sudah bagus (tidak konsumtif) namun saya juga belum dapat menabung. Mengapa? Karena saya tidak menerapkan menabung didepan, tapi menabung dibelakang bila masih ada sisa gaji setelah dipotong pengeluaran ini itu.

Seperti yang dikatakan didalam buku, saya cenderung tidak disiplin dalam menabung. Menabung hanya apabila ada sisa untuk ditabung. Kemudian saya ubah cara menabung saya. Sebelum saya menerima gaji, saya sudah membuat kalkulasi : biaya rutin yang harus saya keluarkan, tagihan kartu kredit atau asuransi, arisan, cicilan yang harus dibayarkan. Setelah itu sisanya, setelah saya potongkan dengan pengeluaran lain yang saya cadangkan sebagai pengeluaran selama 1 bulan. Setiap bulannya minimal saya harus menabung 30% dari gaji yang saya terima, tetapi sering kali lebih sampai 40% setiap bulannya.

Dana cadangan saya, saya estimasikan untuk pengeluaran mingguan, makan, transport, jalan jalan ke mall, tentu dengan asumsi pengeluaran yang wajar, dan hemat. Untuk pakaian, kosmetik, tas dan sepatu saya cadangkan setiap bulannya (diluar dana pengeluaran mingguan). Toh tidak selalu tiap bulan harus belanja baju, sepatu atau kosmetik dan bag. Kalau tidak dikeluarkan untuk dibelanjakan uang tersebut saya akumulasikan dengan dana cadangan bulan depan, sehingga apabila saya ingin membeli produk yang saya mau, dana tersebut sudah ada dan tidak perlu mengambil uang di tabungan lagi.

Saya cenderung membeli produk yang bagus, bukan branded/mahal, tapi kualitas bagus. Karena menurut saya lebih hemat. Dibandingkan membeli barang yang kualitas non unggulan, sebentar saja barang tersebut akan rusak, dan kita harus membeli lagi untuk menggantikannya. Karena jumlah uang yang dikeluarkan sedikit, maka kita cederung tidak merasakan pengeluaran tersebut. Padahal kalau dijumlahkan pengeluaran membeli produk dengan kualitas non unggulan kadang kala lebih besar daripada produk kualitas unggulan.

Saya juga tidak suka memakai kartu kredit berlebihan. Saya membuat patokan pemakaian kartu kredit setiap bulannya. Memang ada kalanya saya melanggarnya, tapi itu karena ada hal insidentil, dan jarang sekali terjadi.

Saya berinvestasi kecil kecilan melalui arisan. Saya tidak membeli produk investasi dalam bentuk saham atau reksadana, karena tingkat resiko tersebut tidak saya sukai. Saya lebih suka investasi dalam bentuk mata uang asing, itupun tidak dalam jumlah nominal yang besar. Untuk investasi berupa emas, saya hanya membeli bila saya rasa saat itu harganya sedang murah.

Alhasil sekarang ini di tahun ini, saya sudah memiliki tabungan yang lumayan (memang belum banyak sekali), dengan periode menabung saya selama 3,5 tahun. Dan saya juga bisa jalan jalan ke luar negri, jalan jalan dalam negri setiap tahunnya.

Jadi menjadi karyawan bisa kaya, bukan sesuatu yang impossible lagi. Semua tergantung dari bagaimana cara kita mengelola keuangan kita.

Senin, 14 Desember 2009

Trip to Bandung


Bulan Desember 2007, sama temen-temen, kita ber4 pergi ke Bandung. Dari Surabaya kita naik pesawat Air Asia. Sampai di Cengkareng kita naik travel Cipaganti. Travel ini ada di dalam airport, dan bisa pesan langsung, berangkat tiap 1 jam sekali. Waktu itu tarif 1x jalan Rp. 135.000. Kalau mau lebih murah bisa naik bis (seperti bis damri) tujuan Bandung, tarif lebih murah, Rp. 60.000, tapi bis berhenti di Bandung Indah Plaza (BIP) dari sana masih perlu angkutan lagi untuk sampai ditempat tujuan.
Saran saya lebih baik naik travel, karena Bandung jalannya semrawut.

Kebetulan ada teman yang punya kenalan di Bandung, jadi kita tidak inquiry hotel. Tapi kalo mau inquiry bisa juga, hotel disini ada yang tarif murah sampai paling mahal. Di Ciampelas ada hotel yang tarifnya 1 malam hanya Rp. 250.000, toilet dalam, ber AC ada TV, channel luar negri, plus breakfast, juga ada fasilitas peminjaman mobil buat jalan-jalan.

Day1 st,
Sampai di Bandung jam 01.00 dini hari, karena flight kita kena delay beberapa jam. Untung pihak Air Asia sudah konfirm, jadi kita tidak perlu tunggu di bandara lama.
Setelah istirahat, sarapan, dll, kita berangkat dengan sewa mobil. Tarif 1 hari Rp. 300.000, tanpa bensin (Mobil Xenia). Rencana semula ke Kawah putih, tapi berhubung hujan, jadi berkabut tidak bisa melihat pemandangan, jadi kita makan jangung bakar saja, sambil lihat2 pemandangan di sepanjang jalan.
Lalu ke kebun strawberry, sayang ga begitu banyak strawberrynya. Terlalu banyak tamu yang datang petik strawberry jadi kita cuma kebagian sedikit. Itu pun dengan berbecek becek ria. Kalau mau ke Bandung jangan musim hujan deh, ntar rugi banyak tempat yang ga bisa di kunjungi.
Setelah itu kita jalan2 ke Toko Tas Elizabeth, lumatan sih lagi ada discount bisa dapet tas bagus dengan harga 40 ribu and 50 ribu, padahal kalau di Surabaya bisa sampai 80 ribu lebih.

Day 2 :
Hari ini kita ga sewa mobil, jalan kaki ke ciampelas, berhubung dekat dari tempat kami menginap. Belanja ini itu, menyusuri toko-toko sepanjang jalan. Distro n FO disana juga ga murah murah banget, menurut aku sama aja harganya sama di Surabaya. Trus ke Ci Walk mall. Mall yang satu ini boleh juga, lumayan lah. Malamnya ke Paris Van java mall, kalo mall yang satu ini menurut aku keren banget. Mungkin karena pergi waktu X'mas jadi dekorasi mall semarak, bagusss banget. Banyak lampu2, ada salju buatan, santa clause....
Mo belanja barang bagus n bermerk, boleh deh kesini, lumayan, banyak diskonnya hehehe,..

Day 3 :
Hari ini kita sewa mobil lagi. Perjalanan menuju ke Puncak. Ini hari yang mengesankan.
Perjalanan ke Taman Bunga Nusantara, tempat ini diresmikan sama alm. Ibu Tien Suharto. Tempatnya luas, sejuk, banyak tanaman. Bisa naik kerta untuk keliling disana, or mau jalan kaki juga boleh. Cuma sangking gedenya, mending naek kerata aja. Buat yang hobi foto, disana banyak obyek bagus buat foto foto.

Lanjut ke Puncak, setelah lihat liahat villa disana, kita menuju ke Little venice. Didalamnya ada permainan in door buat anak kecil, bisa juga naik perahu. Pemandangan bagus banget. Ada patung Merlion, 4 faces, dll. Obyek lokasi yang bagus buat foto2. Keliling disini makan waktu kira kira 2-3 jam. Setelah itu kita lanjut makan malam di Kampung Daun. Tempat makan yang satu ini dah ngetop banget, kebanyakan orang jakarta yang datang makan disini. Tempatnya dingin banget, bawa baju hangat supaya ga kedinginan, menu datang kangsung aja disantap, kalo ga keburu dingin.

Day 4 ;
Back to Surabaya. Sama Naik travel Cipagani ke Bandara Sukarno Hatta, tapi kita naik dari pangkalannya yang kebetulan ada di Ciampelas. End of journey......tiba di Surabaya dah malem...

Hongkong, Macau, Zhu Hai, Shen Zhen

Sekedar Share perjalanan tour ke luar negri. Lebaran tahun 2008, saya bersama teman ikut tour ke Hongkong, Shen Zhen, Macau, Zhu Hai.

Karena budget kami terbatas, maka kami mau liburan yang enak tapi murah. Sekedar info saja, waktu itu banyak tour & travel dari Surabaya yang menawarkan paket tour, tanpa ke zhu hai, paket tour yang paling murah IDR. 13-14 juta, belum termasuk fiscal, airport tax, dll
Karena tahun 2008 belum bebas fiskal, tarif fiskal ke luar negri 1 juta. Total pengeluaran untuk tour bisa s/d 15 jutaan.

Karena itu kami mengambil paket tour dari Batam. Waktu itu kami mengambil paket tour KISUJA – Wisata Ramai2 (WR2). Sebetulnya bisa lebih murah lagi apabila mengambil paket tour dari Singapura, akan tetapi guide Singapura hanya bisa berbahasa Inggris dan Mandarin. Apabila kemampuan bahasa Inggris or Mandarin bagus, lebih baik mengambil paket dari Singapura selisih harga bisa sampai 2 jutaan (untuk harga peak season, bila low season selisih harga dibawah ini) dengan harga travel dari Batam.

Melalui Batam tarif fiskal 500ribu. Paket tour 5N/6D ditawarkan SGD. 1,550 (include all expense at batam)in IDR +/- 10,2 juta. Dari Surabaya kami naik penerbangan domestic ke Batam, cari flight yang murah. Sampai di batam 1 hari sebelum hari H.

Day 1 :
Sampai di Batam dijemput oleh Tour Kisuja dari Bandara Hang Nadim, diantar ke Hotel yang telah disediakan untuk kami. Tarif kamar hotel tersebut 250 ribu – 300 ribu.
Selama di Batam dapat mengunjungi resort di Tanjung Pinggir, dengan menyewa mobil dari pihak hotel atau dari pihak tour. Resort ini sangat bagus, di dalamnya ada banyak pavillium dan di pinggir pantai, view resort ini adalah Singapura. Malam hari bila tidak berkabut Singapura akan terlihat jelas.

Day 2 :
 Naik kapal feri menyebrang ke Singapura.
Ada 2 pelabuhan, yang terkenal adalah Batam Center, tapi kami tidak melalui Batam Center kami melalui pelabuhan yang lainnya, pelabuhan Nongsa. Letaknya lebih jauh dibanding dengan Batam center, tapi pelabuhan lebih bagus, lebih bersih dan lebih dekat ke Singapura. Lama penyebrangan 1 jam.

Sampai Singapura kami dijemput bis dan diantar ke Changi Airport. Setelah Check in dan melalaui proses imigrasi kami menunggu board ke Hongkong dengan Cathay Pasific. 

Perjalanan dari Singapura Hongkong memakan waktu 4 jam. Airport ini luar biasa bagus, dan modern. Turun dari pesawat kami harus naik kereta seperti MRT jarak pendek, +/- 2 atau 3 menit sudah sampai, setelah itu jalan sampai tempat pengambilan bagasi dan proses imigrasi. Proses ini cukup memakan waktu lama. Apabila saat holiday, bisa makan waktu 1 sampai 2 jam. Setelah itu kami naik bis diajak berkeliling ke Avenue of the star park, tempat para artis mencetak telapak tangan, jalan jalan mengitari Hongkong dan naik ke Victoria Peak. Disini bisa melihat view kota seluruh Hongkong.

Setelah makan malam kami diajak jalan jalan ke Ladies night Market, pasar malam Hongkong. Barang barang disini bisa ditawar s/d 70% dari harga yang diajukan penjual. Hati hati jangan menawar terlalu murah, karena penjualnya galak.

Day 3 :
Hari ini setelah mengunjungi Hongkong Jewellry, kami bermain seharian di Disneyland.
Bagi yang suka membeli perhiasan berupa batu permata, ini merupakan waktu yang tepat. Karena perhiasan batu permata Indonesia banyak yang mengambil dari Hongkong, apabila sedang ada promo bisa mendapatkan perhiasan dengan harga murah.

Disneyland saya rasa semua sudah tau, merupakan tempat wisata dan bermain yang asik. Setiap hari ada parade Disney 2x : siang jam setengah 3, dan malam jam setengah 8. Malam hari jam 9 ditutup dengan pertujukan kembang api. Acara acara tersebut jangan sampai terlewatkan.
Day 4 :
Dari Hongkong dengan naik kapal Feri kami melanjutkanperjalanan ke Macau.
Disini tidak banyak lokasi wisata yang bisa didatangi, hanya A-Ma temple, kuil kuno di kota Macau. Konon dari nama kuil ini nama Macau tercetus. Church St. Paul, hanya ada reruntuhannya. Tempat ini dijadikan obyek foto. Bila waktu masih memungkinkan bisa naik ke atas, disana ada museum. Tapi rombongan tur kami tidak singgah ke sana.
Selanjutnya kami makan siang di Babylonia casino. Tempat ini adalah kasino, tapi ada restaurant dibawahnya. Restaurannya mirip dengan hotel bintang 5. Setelah makan bisa jalan jalan di seputar kasino, banyak obyek foto yang bagus disini. Setelah itu Naik bis keliling Macau dan melanjutkan perjalanan ke Zhu hai.

Di Zhu hai kami menginap 1 malam. Disini tidak ada yang menarik, hanya merupakan kota kecil, seperti kota Malang di Indonesia.

Day 5 :
Setelah mengunjungi toko obat dan sutra, kami melanjutkan perjalanan ke Shen Zhen dengan bis, langsung menuju Lo Hu (tempat murah di Shen Zhen). Disini harga bisa ditawar sampai dengan 80% dari harga yang ditawarkan. Semakin keatas harga yang ditawarkan semakin murah. Ingat jangan membeli barang elektronik disini, karena kualitasnya diragukan.
Hati hati berbelanja disini, sebisa mungkin berkelompok. Disini banyak pencopet, atau penculik, serta peredaran uang palsu. Sebisa mungkin belanja menggunakan uang pas, hindari kembalian uang dari penjual.

Day 6 :

Mengunjungi Widow of the World dan Splendid of China. Melihat pertunjukan dan atraksi. Tempat ini luas sekali, jangan sampai terpisah dengan rombongan. Atraksi indoor dan outdoor menarik, banyak tempat yang dapat dijadikan obyek foto. Untuk menghemat waktu berkeliling, saya sarankan untuk naik kereta.

Day 7 :
Check dari Hotel, kami naik bis menuju Hongkong selanjutnya pulang dengan Cathay Pasific ke Singapura. Disini kami bisa berbelanja sebentar sebelum kami kembali ke Batam.

Day 8 :
Batam to Surabaya, transit via Jakarta.