Kamis, 27 September 2012

Perjalanan ke Beijing - 3



Beijing, Senin, 20 Agustus 2012

Last day at Beijing.
Seharusnya kalau kita dapet tiket kereta api ke Harbin, saat ini kita sudah dalam perjalanan menuju ke Temple on Bliss, tapi apa mau dikata no seat – train sudah full book. Banyak orang lokal yang berkunjung ke Harbin.

Bangun pagi hari ini langsung telpon hostel minta extend lagi 1 malam, and ternyata no room available, jadi kita terpaksa kudu pindah.
Langsung, on line ipad and handphone nyari penginapan. Untung koneksi bagus, ga lemot. Rada susah juga sih nyarinya, selain karena kita nyari yang murah, juga nyari yang daerahnya ga jauh dari tempat wisata dan dekat dengan subway station.

Penginapan yang murah, transportasi susah, penginapan yang Ok segalanya, mahal. Budget hostel cuma CNY 250 (secara harga hostel kita CNY 228, tapi normal rate sudah CNY 328). Dengan budget segitu kita ga dapet penginapan, akhirnya budget dinaikkan jadi CNY 300, cari pake Booking.com (my fav web buat book penginapan).

Geser ke kiri, geser ke kanan, akhirnya ketemu Hostel 161 – CNY 359 – no breakfast (ini sudah hostel termurah dengan fasilitas paling bagus), di daerah Hutong. Hutong : Perkampungan kuno – konon perkampungan ini asli seperti jaman dahulu kala- di Beijing. Langsung  kita book, beberes, packing, sarapan mie instant beli dari Beijing Railway Station kemarin. Tinggal diXinmao hostel juga sudah berasa perkampungan kunonya.

Check out, ambil duit deposit CNY 100. Rencana naik subway, tadi sekilas lihat kalo Hostel 161 dekat stasiun subway. Sampai di exit C Zhangzizhonglu subway kita berubah pikiran, naik taxi aja, biar ga repot naik turun subway.
Soalnya subway disini kagak ada elevatornya, kan lumayan angkat koper naik turun tangga.

Ya udah geser ke pinggir jalan raya. Tidak ada bus stop disana.
Ada taxi yang lewat, tapi keduluan orang lain (mungkin orang tu buru buru ke kantor), ada juga taxi yang ga mau berhenti (mungkin takut kalo minta diantar ke Beijing Railway station – disana maacceeettt luas biasa, pas office hour, soalnya keliatan bawa koper).

Disini juga berlaku 2 in 1 (kalo diJakarta 3 in one). Jadi kita dihampiri mobil pribadi ditanya mau kemana, tapi tidak searah. Ada sih cowok cakep, mobil keren yang menghampiri, tapi dia tidak mengerti alamat Hostel 161. Bukan hostelnya yang terletak di jalan kecil, but saya yang kurang lengkap and salah nulis alamatnya... Coba kalo ga, kan lumayan dapet tebengan mobil keren gratis hehehehe.....

Karena ga dapet dapet taxinya, - disini susah kalo mo nyari taxi, soalnya pagi jam 8 lebih, lagi jam jamnya masuk kantor, jadi taxinya susah – so, kita masuk lagi dah ke subway station naik subway ke Hostel 161, and berharap subway tidak rame.

Get off di stasiun Dongsi keluar dari exit C (kalo ga salah inget), langung liat map didepan subway (ada papan map besar), nyari Hostel 161. karena saya salah tulis seharusnya Hostel 161, saya tulis Hostel 16, jadi baca petanya ikutan salah. Dari exit C seharusnya langsung ke arah sebelah kiri, tapi kita ambil jalan sebelah kanan.
Bertanya ke orang orang alamat hostel, arahan benar, sesuai dengan yang saya tulis, tapi berhubung saya salah tulis, jadi yang seharusnya bisa ditempuh 5 menit ke hostel jadi 45 menit.... aigooo....soalnya jalannya muter – jauuhhh.....

Hostel 161, Address :
No. 161 Lishi Hutong, Dongsinandajie, Dongcheng District,
北京市, 城区, 礼士胡同161

Setelah jalan sampe gempor, kehausan, akhirnya sampailah kita di Hostel 161.
Pihak hostel sampe kaget, barusan book 1 jam yang lalu, lha koq udah nongol di depan mereka hehehe…. Disini deposit key lebih mahal CNY 200.

Tampilan hostel cozy. banyak turis bule disini. Hanya sayangnya wifi cuma bisa diakses di cafetaria, sebab wifi masih dalam perbaikan, and tidak ada lift disini. Suasana cafeteria lebih bagus dibandingkan Xinmao Dragon Hostel, interior hostel juga lebih modern.

Untung dapat room dilantai 2, dah gitu ada pegawai yang bisa bantu angkatin koper ke kamar. Kalo di Xinmao hostel kita bawa sendiri. Kasih tips CNY 10, buat bell boy yang bantuin angkat 2 koper.

Interior kamar, perabot, kamar mandi semua lebih bagus dibandingkan dengan Xinmao Hostel (interior lebih modern), tapi fasilitas didalam toilet lebih lengkap di Xinmao Hostel.
Disini hanya disediakan handuk saja, tidak ada sabun, shampoo, sikat gigi, tidak ada sandal kamar mandi juga. Tempat tidur, selimut juga lebih bagus dan bersih. TV sama, bukan TV flat. Tetangga depot mie, tapi ga pernah mampir hehehe….

Oh ya, kalo tidak bisa bahasa mandarin, jangan lupa tanya petunjuk menyalakan AC, soalnya remotenya semua in Chinese (kayaknya semua penginapan disini remotenya pakai bahasa Cina).

Setelah beristirahat, akibat gempor jalan jauh sambil nenteng koper, kita naik subway ke Temple of Heaven.


Oh ya saya mau share pengalaman saya naik MRT di Beijing.
Hari ini waktu saya naik MRT menuju ke Tiantan Subway station, digerbong kereta terdapat sebuah keluarga, papa, mama, anak laki laki 3 orang, paman, bibi. Dan salah satu dari anak mereka keliatan banget kalo lagi ga enak bodi.

Bener aja, sebelum kereta tiba di stasiun Tiantan anak itu muntah muntah. And you know what, yah seperti biasa penumpang yang lain semua menyingkir. Tapi tidak ada satupun penumpang yang membantu keluarga itu.

Jangankan orang lain, keluarga sendiri aja cuek bebek. Cuma si papa aja, sungkan dengan penumpang lain. Karena kasian saya bantu, saya kasih beberapa lembar tisse basah (soalnya papanya pake tangan bersihin muntahan anaknya). Tissue basah itu pertama tama dipakai bersihin lantai kereta, sisanya bersihin anaknya sama tangan papanya. Waktu saya mau turun, saya kasih botol air minum saya ke anak itu, dan beberapa lembar tissue basah lagi, kasian banget soalnya.
And you know what, tidak ada ucapan terima kasih sama sekali, senyumpun tidak. Saya sampe kaget, koq ada yah orang yang kayak gitu. Keluarganya juga keliatan ga peduli....wah... wah.... wah...中國真的希要救求了....

Back to my trip...
Info yang saya dapat dari internet kalo Temple of Heaven ini lebih besar dari Forbidden palace (what???) and lebih kecil dari Summer Palace, padahal tempat yang bisa dikunjungi disini lebih sedikit dibandingkan Summer Palace.

Alamat : 214 Dongsi North Street, Dongcheng

Kami hanya memilih 4 tempat utama yang akan kami kunjungi :
  1. The Hall of Prayer for Good Harvests (祈年殿)
  2. The Imperial Vault of Heaven (皇穹宇)
  3. The Circular Mound Altar (圜丘)
  4. Echo Wall

So kita naik Subway get off di Tiantan Dong Men, take eixt A1. Dari exit berjalan mengikuti orang orang. Seperti tempat wisata yang lain, minim papan petunjuk.
Kami masuk dari East gate, dan rencana get out dari South gate.
Tiket masuk CNY 35.

Pada tiket terdapat tiket masuk ke :
  1. The Hall of Prayer for Good Harvests (祈年殿)
  2. The Imperial Vault of Heaven (皇穹宇)
  3. The Circular Mound Altar (圜丘)

Jadi tiket jangan sampai hilang, karena dimasing masing gate diminta menunjukkan tiket.

Tempat ini luas sekali. Mungkin 75% isi tempat ini adalah taman. Tamannya besaaarrr sekali.
Banyak sekali orang lansia berkumpul disini, merajut, bercerita, latihan menyanyi, main catur cina. Ada satu kakek kakek – walaupun sudah uzur tapi bisa merajut, pakai 2 stick lho, bukan 1 stick.
Keren, biarpun cowok and udah tua, tapi bisa merajut - Salut

Karena kita sudah gempor sebelumnya jadi tambah males rasanya.
Kalo berkunjung ke sini pagi atau sore hari paling bagus, kalo siang panasnya ampun dah.
Kalau lihat di peta, dari pintu masuk menuju ke The Hall of Prayer for Good Harvests (祈年殿) seharusnya tidak jauh. Tapi kenyataannya jauuuhhh sekali.

Sampai di gate Hall of Prayer for Good Harvests, hanya ada 1 building (seperti yang terlihat diinternet or foto orang orang yang berkunjung kesini). Bangunannya tidak besar, hanya saja pelatarannya luas sekali.
Didalam bangunan ada banyak patung, yang saya ingat ada patung sapi.
Interior Hall of Prayer for Good Harvests (祈年殿)
Hari ini saya bawa kamera tapi baterainya masih didalam charger di hostel – lupa ga dikeluarin, so hasil foto hari ini standart.

Mungkin kita disini hanya 15 menit, langsung keluar menuju ke The Imperial Vault of Heaven (皇穹宇).  Jalan menuju ketempat ini hanya luruuusss aja,  tapi jalannya panjaaannnggg.... Kami sempat beristirahat sebentar dibawah pohon, abis jalannya jauh banget and panaassss, jadi haus plus laper, tambah males jalan, mau balik juga ga mungkin, sudah terlanjur jalan jauh.

Sampai digate, kami dimintai karcis, toleh kiri, toleh kanan, mencari Echo wall.
Konon dulu, kata orang yang sudah pernah kesini, kalo di Echo wall bisa mendengar suara orang yang berbisik di tembok. Jadi kalo berdiri ditembok sebelah kiri, berbisik, bisikannya bisa didengar disisi tembok yang lain.

Tapi waktu saya kesana, temboknya dipagari, tidak boleh berdiri dekat tembok. Yah..... batal nyoba Echo wall. Lokasi Echo wall dientrance gate The Imperial Vault of Heaven (皇穹宇).

Bentuk bangunan The Imperial Vault of Heaven (皇穹宇) sama persis dengan Hall of Prayer for G
ood Harvests. Hanya saja pelatarannya tidak luas, dan tidak bertingkat. That’s all.
Hanya 10 menit saja disini trus kita lanjut ke Circular Mound Altar (圜丘).
Mirip seperti bagunan Borobudur (maksudnya bertingkatnya)
Jalan kaki sebentar menuju ke sini. Hanya ada bangunan tangga bertingkat seperti pelataran di Hall of Prayer for Good Harvests, hanya saja tidak ada bangunan diatasnya.  Interiornya melingkar, banyak orang yang berkeliling disana, saya tidak mengerti untuk apa, since I skip it. For me it’s not worth.

Ya udah selesai berfoto sebentar kita langsung cabut.

Mau nyari gate exit susahnya minta ampun. Sama sekali ga ada orang yang bisa ditanyain, Cuma berbekal peta yang sudah saya print saja, untung saja ada papan map ditaman.

Tamannya luas buanget, mau masuk, mau keluar, mau pindah dari satu gedung ke gedung lain, jalannya….alamak, gempor abis…. Saya koq kurang suka sama tempat ini, selain karena bentuk bangunannya sama, didalam juga tidak ada apa apa.

Kios kios yang berjualan juga ga banyak, rata rata kayak warung, jualan snack, merchandise, ada kios foto pake kostum raja disini.
For me, not worth to visit. Kecuali sudah tidak ada tempat yang bisa dikunjungi, ya mainlah ke sini. Kalo ga, Temple of Heaven alternatif terakhir aja.

Finally exit gate terlihat, kami berpapasan dengan orang orang yang baru akan masuk kesini. Paling bagus entrance dari South gate, memang jauh, tapi exitnya nanti gampang.

Keluar dari exit, saya sudah tidak sanggup jalan lagi (ke Subway station), yang ternyata jauuuuhhh banget (dekat pintu masuk), ooohhhh nooo…..mau naik bis, ga tau no berapa, mau naik taxi, semua tidak pake argo, alias main getok harga….
Tanya sama orang yang kebetulan lewat, kagak bisa menjelaskan, cuma bilang kudu jalan sampe keliatan jembatan baru naik bis dari sana (next stop : Pearl Hong Qiao market).

Ya udah naik taxi di jalan aja. Kita berdiri di bus stop nyegat taxi disana. Taxi pertama, keren (mobilnya) sopirnya cewek, begitu tau kita mo ke Pearl Hong Qiao market, kita disuruh turun, karena dia tidak lewat kesana. Dia menuju ke arah yang berbeda.
Aneh ya, mau naik taxi, bayar lho, tapi kudu menyesuaikan dengan supir.

Ya udah, kita nyebrang ke bus stop disebrang. Pengalaman naik taxi disini, jangan mau ngalah, kalo ada taxi berhenti, walaupun penumpang belum turun, sudah kudu stand by dipintu, kalo ga, taxinya bakal disamber orang.
Profesi supir taxi disini sepertinya laku keras ya.....

Tarif taxi di beijing :

Day Time
23.00-05.00

Flang fall (3km)
   10,00
       11,00

After 3 km
     2,00
         2,40
per km
> 15km
     3,00
         3,40
per km
Fuel surchage - if the journey > 3km
     2,00
         2,00


Naik taxi dari temple of Heaven ke Pearl Hong Qiao market CNY 11.

Pearl Hong Qiao Market.
红桥珍珠市 (hóng qiáo zhēn zhū shì chǎng)
Address : 北京市城区天9
Opens from 09:30 to 19:00.

Tempatnya menurut saya tidak besar. Hanya ada 4 floor saja. Tujuan pertama lunch.
Masuk ke Mc Donald. Mau oder juga tidak gampang, since all menu in chinese, jadi tunjuk gambar aja.
Rata rata makanan disini kategory junk food.

Mau makan (sudah jam 2 siang) susah nyari duduknya, full. Karena banyak anak sekolah yang main kesini. Ada yang pacaran. Yang turis ada orang India and Jepang, plus kita.

Selesai isi tenaga, baru kita keliling. Disini kita beli tas tangan CNY 50/biji, beli 3 and Jaket CNY 50. Yang menurut info penjual yang lain terlalu murah, menurut saya ya memang segitulah harganya (mungkin seharusnya bisa lebih murah).
Belanja disini nawar setega teganya minta potongan sampe 80 %, kalo bisa 90% lebih bagus. Soalnya barangnya ga ada mutunya sama sekali.

Di sini saya ga pengen belanja sama sekali. Barang barang sama kayak di Indo (maklum di Indo banyak barang made in China), malahan kalo beli di Indo bisa lebih murah kali (soalnya kita dikasih harga turis disini). Pengunjung juga tidak begitu banyak.
Menurut saya lebih bagusan Mangga dua pasar pagi.

Masa baju kain tipis, jahitan ga karuan, cuma modelnya aja keren – Shanghai look, buka harga sampe CNY 280. Untung ga pengen beli, begitu saya berlalu harga dituruni penjual sampe CNY 25 (padahal saya ga nawar sama sekali). Gila ga, jadi ga pengen beli barang sama sekali disini.
Padahal di Indo, banyak tuh kaos yang harganya cuma sepuluh rebu. Disini harga kaos CNY 100, jadi males dah nawarnya.

Disini jual baju, tas, dompet, sandal, sepatu,  semua modelnya standard. Beda banget sama kalo di Bangkok, begitu masuk ke tempat belanja, dah laper mata, pengen blanja blanji.

Lantai paling atas jual mutiara, tapi ga tau kualitasnya, asli or palsu.
Saya jadi ga percaya sama kualitas barang yang dijual, walaupun barang butik or counter keren (pengalaman hari pertama waktu beli gelang giok di pabrik giok). Bisa aja counter keren tapi yang dijual barang kualitas jelek.

Kata temen yang sekul di sini, beli barang disini, ada harga ada rupa, jadi ga murah murah amat. Mending duitnya buat yang laen aja kali yah....

Jam 4 sore, kita cabut naik subway menuju ke Yonghegong (Lama Temple). Yang menurut info diinternet, tempat ini bagus, dan banyak orang yang rekomen. Apakah seperti itu? Let me continue...

Get off dari Yonghegong subway, interiornya sudah berbeda. Disubway yang lain ga ada pilar merah, disini tembok pilarnya semua dicat warna merah. Sudah terasa nuansa kelentengnya. Saya lupa exit berapa, sepertinya mudah cari aja tulisan Yonghegong

Disepanjang jalan menuju ke Lama temple banyak toko yang berjualan peralatan sembahyang. Dikiri maupun kanan jalan. Disepanjang jalan ini, temboknya dicat warna merah, dan ini pertama kalinya saya lihat pengemis di Beijing. Biasanya didaerah temple banyak pengemis.

Lama Temple
雍和宮Yōnghégōng
Address: 12 Yonghegong Dajie, Dongcheng, Beijing
北京市城区雍和大街12
Tiket masuk CNY 25

Ditiketnya pake barcode, jadi tiket masukknya discan and ada mini CD didalamnya. Setelah pulang saya lihat, isinya tentang temple dan biksu (saya tidak mengerti isi pembicaraannya) cuma liat gambar doang.

Menuju Yonghegong dari pelataran parkir melewati taman, bagus, rapi, terawat. Seperti tempat lainnya tidak ada map, jadi tidak tau lokasi. And saya tidak  print peta temple ini.

So jalan sesuka hati aja. Masuk kedalam ada temple didepan, saya kurang tau temple untuk dewa apa, kalo ga salah dewi kwan Im (sudah lupa, maklum nulis blognya sebulan kemudian). Dibelakang temple itu ada prasasti (ga tau apa itu), cuma banyak orang lempar uang koin disana (khususnya turis bule, orang latin), koin yang dilempar kalo bisa nyangkut diprasasti itu bagus, semakin tinggi – maksudnya diatas, semakin bagus. Mungkin bisa hoki gitu kali yah. Disampingnya ada lonceng kuno item yang gueede.
Banyak orang bersembahyang ditemple depan, kebanyakan orang Cina.

Berjalan masuk kedalam, ternyata didalam ada temple lagi. Yonghegong, temple yang banyak bangunan didalamnya. Seperti di Sleeping Budha (Bangkok), jadi masuk di kawasan temple, didalamnnya banyak temple untuk menyembahyangi arahat. Hanya saja style bangunannya ala China, dan sepertinya Budha aliran Tibet karena huruf  papan nama templenya pakai huruf Tibet, bukan aksara mandarin. Juga bangunannya tidak seluas Sleeping Budha (Wat Pho) di Bangkok.

Terlihat 2 orang biksu melintas, mereka menuju ke belakang temple, jadi saya ikuti saja. Dibelakang ternyata, sepertinya bangunan induk, ada temple yang besar dan bangunannya bagus. Dan anak naga diatas atapnya berjumlah 9 ekor. Jadi pasti temple yang satu ini bukan temple biasa.
Patung Budha Maitreya. Ambil dari Mbah Google, soalnya kamera ga support, tempat gelap - kurang cahaya.

Ditembok luar tertulis, didalam ada rupang Budha Maitreya, tinggi dan besar (saya lupa ukurannya), yang tertulis disana bahwa Budha Maitreya adalah Budha akhir jaman. Temple ini tercatat di Guiness book record of the world.

Nice place, not crowded, sore hari duduk duduk disini juga bagus, tenang. Tapi tidak setenang temple yang saya kunjungi di Sunmoonlake – Taichung, Taiwan (disana lalat terbangpun terdengar). Tempat paling sunyi sepanjang saya mengunjungi Beijing.


So kesimpulannya, temple ini layak dikunjungi. Berkeliling disini 1 – 1,5 jam cukup.
And toiletnya juga lumayan bersih (lumayan, tidak begitu bau).

Keluar dari temple, (karena sudah tutup) langsung mencari makan. Saya menuju ke Fairy Su (Depot vege).

Fairy Su Vegetarian Restaurant (素精灵)
Location:
No.30, Yonghegong Street, Dongcheng District

Untuk harga makanan, terjangkau, taste good. Seperti biasa di Cina masakannya berminyak, yang mahal minuman. Harga jus disini per gelasnya CNY 18.
Tempat cozy, seperti restaurant berbintang.

Setelah makan kita lanjut menuju ke Yaxiu, pusat perbelanjaan di Beijing, yang lebih besar dari Pearl Hongqiao Market.

Yaxiu Market
三里屯雅秀市 
Address: Gongti Beilu 58, Chaoyang District
朝阳区工体北路58

Dari Yonghegong kami naik subway exchange di Dongdan ke stasiun Guomao, dan disambung naik bajaj (saya tidak tau apa istilah kendaraan ini di Cina) menuju kesini CNY 10. Waktu menulis blog ini saya cari info, ternyata namanya "bread cars" (Minivans) (mianbao che) lucu yah….
Bentuknya kayak bajaj, tapi kursi penumpangnya – seperti tempat roti (kotak, kaca putih polos), Cuma bisa diisi 2 orang saja.

Yaxiu, yah kurang lebih kayak Mangga dua pasar pagi, tapi lebih kecil. Dilantai 1 berjualan baju. Dan yang kurang menariknya, disini semua toko jualan barang yang sama. And harganya gila gilan, jadi kudu nawarnya super duper tega.
Dah gitu disini penjualnya kasar kalo ngomong. Jadi males beli.

Barangnya sama seperti baju diIndo, ga ada spesial spesialnya. Harganya juga kurang lebih sama (setelah ditawar, selisih paling dikit aja). Lantai 2 berjualan sandal, sepatu, tas, dompet. Lantai 3, peralatan elektronik, asesoris HP, kamera. Saya cuma beli baju model cina sebiji saja.

Karena sudah malam, and nanggung masih jam setengah 9, kami lanjut menuju mall. Sebelumnya sudah nyari info di mbah Google kalo kalo The Place mall, tempat hangout nya anak muda disana. Mall ini keren, paling bagus dikunjungi malam hari jam 9 an.

Soalnya ada big screen di sana, satu satunya mall yang bisa kayak gitu diAsia Tenggara.

The Place Mall
Add: 9 Guanghua Lu, Beijing, Chaoyang Distric.
北京市朝阳区光路甲9

The Place Mall, mall terbesar ke 4 di Beijing.

Karena sudah malam jadi kami naik taxi saja. Kami bertanya ke information center dilantai 1 Yaxiu market, dan minta tolong untuk dituliskan nama The Place mall in China. Petugas – cewe, dengan senang hati menuliskannya, katanya anak muda memang harus kesana, diberi petunjuk kalo mau naik bis, saya dengarkan saja, walaupun saya ga pengen naik bis.

Naik taxi kesana tarif CNY 11. Sampai disana kagum juga dari luar tampaknya mall yang satu ini branded banget, jadi ga pede mo masuknya.
Banyak orang duduk ditangga, menikmati film yang ditayangkan di Big screen, film tentang luar angkasa. Tidak ada tokoh, cuma efek suara dan gambar berwarna yang keren.
Setelah film selesai (+/-15 – 20 menit), ditampilkan MV lagunya Madonna, saya tidak tau judul lagunya apa.

Selesai melihat film, kami masuk ke dalam mall, mau numpang ke toilet.
Walaupun mall terbesar ke 4, yang namanya toilet tetep aja sama. Semua toilet di China khasnya kayak gitu.

Barang disini mahal mahal and keliatan banget kalo branded. Kita masuk ke salah satu swalayan, beli roti and cari baterai.
Waktu sudah jam 10 malam, sudah banyak tenant yang tutup. Jadi kami memutuskan untuk pulang.


Dari sini naik taxi ke Hostel 161 tarif CNY 13, tapi kena charge CNY 2. Ada tiket yang harus dibayar per penumpang CNY 1. Saya ga tau kenapa kena charge, ya udah dibayar aja.
That all my Trip at Beijing, see you at other city...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar